Kota Malang Jadi Jujugan Wisata, Pemkot Waspadai Klaster Libur Panjang

Muhammad Aminudin - detikNews
Rabu, 21 Okt 2020 15:37 WIB
Kampung Biru, Wisata Tematik Baru Kota Malang
Kampung Biru, Wisata Tematik Baru Kota Malang (Foto: Muhammad Aminudin)
Malang -

Sebagai salah satu kota tujuan wisata, Kota Malang bakal menjadi jujugan wisatawan pada libur panjang akhir Oktober nanti. Pemkot Malang mewaspadai adanya lonjakan COVID-19 yang berujung klaster.

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan dalam rapat koordinasi bersama Forkopimda Jawa Timur, datangnya libur panjang menjadi kekhawatiran meningkatnya jumlah penyebaran virus COVID-19.

"Dalam rakor, ibu Gubernur dan Bapak Kapolda khawatir saat libur panjang mulai 28 Oktober nanti, karena Malang sebagai tujuan wisata. Banyuwangi juga, akhir-akhir ini kasus COVID-19 di Banyuwangi meledak karena tingginya kunjungan wisata," ujar Sutiaji kepada wartawan, Rabu (21/10/2020).

Sutiaji berharap adanya libur panjang tersebut tidak memunculkan transmisi lokal penyebaran COVID-19 khususnya di wilayah Kota Malang. Karena saat ini Kota Malang sudah masuk dalam zona oranye penyebaran COVID-19.

"Malang Raya akan menjadi daerah tujuan wisata saat libur panjang. Kita harus mewaspadai transmisi lokal dengan membludaknya jumlah wisatawan yang datang," katanya.

Sutiaji tak menampik jika kuliner menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung Kota Malang. Maka dari itu, transmisi lokal barang harus diwaspadai.

"Malang sangat diburu kulinernya, kita harus waspada transmisi barang. Kita sudah punya tagline bagus yakni 'Malang tidak mau oleh-oleh Corona'," tegasnya.

Untuk meminimalisir transmisi barang, lanjut Sutiaji, pihaknya telah berkoordinasi dengan pengelola perhotelan. Untuk menyediakan makanan dan minuman bagi tamu. Harapannya, bisa mengurangi aktivitas tamu keluar saat bermalam di hotel.

"Kita sudah memberikan masukan kepada perhotelan agar menyediakan makanan dan minuman bagi tamu, untuk mengurangi transmisi lokal," jelasnya.

Menurut Sutiaji, semua pihak harus duduk bersama, bagaimana untuk mempertahankan tetap di posisi zona oranye. Kesadaran dan disiplin masyarakat adalah kunci penting dalam mengurangi penyebaran virus COVID-19 dengan menegakan protokol kesehatan.

"Kita perlu duduk bersama, agar tetap berada di zona oranye. Apalagi target kita pekan depan meningkat ke zona kuning," tandas Sutiaji.

(iwd/iwd)