Deklarasi Jogo Suroboyo, Kapolda Jatim Tak Toleransi Perusak Surabaya

Esti Widiyana - detikNews
Selasa, 20 Okt 2020 14:15 WIB
Kapolda Jatim Irjen Fadil Imran
Foto: Esti Widiyana
Surabaya -

Kapolda Jatim Irjen M. Fadil Imran mempersilakan siapa saja menggelar demo Omnibus Law untuk menyampakan aspirasi. Namun dengan catatan berlangsung dengan tertib dan damai sesuai apa yang dituntut.

Fadil juga menghimbau untuk tidak melibatkan anak-anak dalam aksi demo. Fadil juga tak menoleransi tindakan anarkisme yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab. Jika ditemukan tindakan anarkis, rusuh sampai merusak fasilitas umum, maka akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku.

"Yang penting sekarang mencegah mereka (anak-anak) untuk tidak terlibat di dalam setiap tindakan-tindakan yang dapat berisiko hukum kepada mereka," kata Fadil saat menghadiri deklarasi Jogo Suroboyo Damai di Balai Kota bersama Wali Kota Risma, Selasa (20/10/2020).

Pada faktanya, kata Fadil, kebanyakan anak-anak yang terlibat ketika ditanya tidak mengerti esensi aksi dua pekan lalu. Mereka hanya bisa menyesali perbuatannya ketika dijemput oleh orang tuanya.

"Faktanya, mereka ditanya "le (nak), apa yang mau didemokan ini?" Enggak ada yang ngerti dan ketika dijemput oleh orang tuanya, mereka menyesal. Nah saya mengimbau kepada semua pihak-pihak ini yang menggunakan anak-anak menjadi tameng untuk berunjuk rasa, agar menghentikan cara-cara yang tidak manusiawi," jelasnya.

Selain anak-anak, Fadil juga mengajak pengunjuk rasa untuk berdemo dengan tertib. Tetapi jika merusak fasum hingga membakar pos polisi, pihaknya tidak tinggal diam.

"Negara tidak boleh kalah dengan perilaku-perilaku anarkisme. Hanya orang yang tidak waras dan tidak sehat yang mendukung perilaku anarkisme," ujarnya.

Fadil juga menegaskan, untuk tidak menghadapkan pihak kepolisian dengan anak-anak kecil dan jangan sampai merusak Kota Surabaya. Fadil juga meminta orang tua untuk menjaga anak dan kampungnya.

"Saya tidak mau Kota Surabaya dirusak, kita jaga bersama agar situasi Surabaya agar aman, tertib dan damai. Selain itu, penyebaran COVID-19 di Jatim ini sudah menurun, jadi jangan sampai berkerumun yang nantinya bisa menjadi klaster baru. Mari kita jaga bersama sama kota ini, agar pandemi COVID-19, bisa segera usai dan kembali hidup normal," pungkasnya.

(iwd/iwd)