Buruh akan Lanjutkan Aksi Tolak Omnibus Law di Surabaya

Hilda Meilisa - detikNews
Senin, 19 Okt 2020 18:50 WIB
demo buruh tolak omnibus law
Foto: Tangkapan Layar
Surabaya -

Buruh Surabaya rencananya kembali turun ke jalan menolak UU Cipta Kerja Omnibus Law, Selasa (20/10/2020). Kapolda Jatim Irjen M Fadil Imran berpesan agar aksi ini tidak dilakukan dengan anarki.

Fadil menyebut pihaknya telah melakukan rapat koordinasi terkait persiapan pengamanan jalannya demonstrasi. Fadil ingin aksi ini digelar secara damai dan seluruh aspirasi bisa tersampaikan dengan baik.

"Teman-teman para pejabat utama Polda Jatim di lapangan memberikan supervisi dan bantuan teknis karena kan ada rencana demo, unjuk rasa yang dilakukan oleh saudara-saudara kita yang masuk dalam elemen buruh," kata Fadil saat bertemu dengan pengurus Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Jatim di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Senin (19/10/2020).

Fadil menambahkan polisi akan membantu mengamankan jalannya demo dengan tertib. Dalam melakukan pengamanan, Fadil juga menegaskan pihaknya tak akan melakukan sesuatu di luar SOP, misalnya melakukan kekerasan pada pendemo.

"Mudah-mudahan harapan saya, titip pesan ke teman-teman yang akan berdemo, jangan anarkis. Polisi ini bukan orang gendeng, kalau Anda tertib, saya yakin polisi tidak mungkin bertindak di luar dari pada SOP. Karena kita ada protap nomor 1, tentang penggunaan kekuatan dalam tindakan kepolisian mulai dari kendali tangan kosong hingga kendali keras. Kalau ndak ada yang merusak, membakar, melukai, masa polisinya ramai," tegasnya.

Terlebih pada pandemi COVID-19 ini, Fadil menyebut pihaknya akan berusaha senantiasa mengingatkan pendemo mematuhi protokol kesehatan agar tidak terjadi penularan virus Corona.

"Apa lagi ini zaman COVID-19. Ini kita harus memisahkan unjuk rasa menyampaikan pendapat yang dijamin UU dengan tindakan anarkis yang memang tujuannya merusak," lanjut Fadil.

Di kesempatan yang sama, Fadil juga membahas terkait pilihan Demonstran yang reaktif rapid test usai diamankan. Fadil berharap aspirasi yang diutarakan para buruh tidak menyebabkan timbulnya klaster baru.

Selanjutnya
Halaman
1 2