La Nina Tingkatkan Curah Hujan, Ini Imbauan BPBD Jatim

Hilda Meilisa - detikNews
Senin, 19 Okt 2020 16:16 WIB
Banjir melanda wilayah Kota Malang pasca diguyur hujan deras. Dampaknya, mulai dari mobil hanyut terseret air sampai pengendara motor terjatuh akibat terseret air.
Dampak banjir di Kota Malang (Foto: Istimewa.)
Surabaya -

Musim penghujan di Jatim diperkirakan akan tiba di bulan Oktober hingga November. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim memiliki sejumlah imbauan untuk masyarakat.

Kasi Kedaruratan BPBD Jatim Satriyo Nurseno mengingatkan masyarakat untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan. Terlebih, La Nina sudah mulai masuk ke Indonesia dan berdampak pada peningkatan curah hujan.

Satriyo meminta masyarakat untuk senantiasa mengenal kondisi di wilayah masing-masing. Misalnya di wilayah rawan banjir dan longsor.

"La Nina sudah mulai masuk ke Indonesia, khususnya Jawa Timur. La Nina membawa curah hujan lebih dari normal ke wilayah Indonesia. Waspada, masyarakat harus mengenal kondisi wilayah masing-masing. Jika curah hujan tinggi, khususnya di wilayah rawan banjir dan longsor harus tahu struktur wilayah sekitar masyarakat," pesan Satriyo saat dikonfirmasi detikcom di Surabaya, Senin (19/10/2020).

Tak hanya itu, saat datang hujan dengan angin besar, Satriyo menyarankan Masyarakat tidak asal berteduh. Karena, dikhawatirkan rawan roboh.

"Waspada saat angin besar. Jangan berteduh di bawah pohon atau bangunan yang rentan roboh," imbuhnya.

Selain itu, Satriyo juga mengingatkan masyarakat mengetahui jalur evakuasi hingga nomor darurat petugas di wilayahnya. Hal ini penting jika terjadi bencana.

"Di setiap wilayah, masyarakat harus tahu jalur evakuasi jika terjadi bencana hidrometeorologi. Mengingat dan mencatat nomor darurat petugas di wilayah, agar dapat segera melaporkan jika terjadi bencana," papar Satriyo.

"Tingkatkan kapasitas diri masyarakat dengan mengenal ciri-ciri bencana sehingga tahu harus apa jika terjadi bencana. Dan yang terpenting jangan panik," tambahnya.

Sementara itu, Satriyo menyebut pihaknya juga melakukan beberapa hal. Seperti melakukan rapat koordinasi dengan BPBD di kabupaten atau kota hingga melakukan pemetaan antisipasi dan dampak bencana.

Pihaknya juga telah menyiapkan imbauan kesiapsiagaan ke kabupaten atau kota. Selain itu, BPBD Jatim juga aktif menyosialisasikan imbauan ini melalui media cetak hingga media sosial. Sedangkan dalam waktu dekat, Satriyo menyebut pihaknya berencana akan melakukan apel pasukan dan gelar peralatan.

"Kami sudah melakukan rakortek dengan BPBD kabupaten atau kota dan lintas sektor untuk siaga darurat bencana hidrometeorologi di masa pandemi COVID-19. Kami juga telah melakukan antisipasi dampak dan kebutuhan bencana," pungkas Satriyo.

(hil/iwd)