Round-Up

Cerita Ketua Muda Mudi Demokrat Tulungagung Dinonaktifkan Gegara Kasus Asusila

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 18 Okt 2020 11:15 WIB
Kasat Reskrim Polres Tulungagung AKP Ardyan Yudho Setyantono
Kasat Reskrim Polres Tulungagung AKP Ardyan Yudho Setyantono (Foto: Adhar Muttaqien)
Tulungagung -

Partai Demokrat Tulungagung tercoreng dengan kelakuan Ketua Muda Mudinya. Ketua organisasi sayap pemudanya, RPM (25), dilaporkan atas dugaan pelecehan seksual dan percobaan pemerkosaan.

RPM dilaporkan telah melakukan perbuatan asusila terhadap karyawannya sendiri. RPM diketahui mempunyai sebuah warung kopi di Desa Bolorejo, Kauman, Tulungagung.

Peristiwa itu terjadi pada 21 September 2020. Namun perkara ini baru dilaporkan korban pada Rabu (14/10).

"Dilaporkan dua hari yang lalu. Saat ini masih diselidiki dulu. Untuk sementara masih saksi korban yang kami lakukan pemeriksaan. Nanti setelah itu akan kami lanjutkan dengan memeriksa saksi-saksi lain," ujar Kasat Reskrim Polres Tulungagung AKP Ardyan Yudho Setyantono kepada detikcom, Jumat (16/10/2020).

Menurut Ardyan, proses pemeriksaan itu dilakukan untuk menggali keterangan terkait kejadian yang dilaporkan guna menguatkan dalam proses hukum selanjutnya. Selain korban dan saksi, polisi juga akan segera memanggil terlapor RPM.

"Untuk terlapor kami panggil setelah pemeriksaan saksi-saksi," ujar Ardyan.

Ardyan mengatakan dalam laporannya, korban mengaku menjadi korban pelecehan seksual dan percobaan pemerkosaan ketika baru sehari bekerja di tempat RPM. Waktunya sekitar pukul 21.00 WIB saat warung tutup.

Ketika itu korban dan RPM serta beberapa rekannya masih di lokasi untuk menunggu hujan reda. Saat itulah RPM kemudian mengumpulkan anak buahnya di salah satu ruangan dan dibawakan minuman keras. Korban yang saat itu menolak dipaksa untuk mengonsumsi miras hingga empat gelas.

"Dalam kondisi mabuk, terlapor diduga melakukan pelecehan seksual," ujar Ardyan.

Tak hanya itu, RPM juga berusaha melakukan upaya pemerkosaan terhadap korban dengan modus meminta para karyawannya keluar ruangan. Selanjutnya RPM mematikan lampu dan mengunci pintu. Korban yang saat itu merasa terancam akhirnya berontak, mendobrak pintu dan berusaha kabur.

Ardyan menjelaskan hingga saat ini pihaknya belum menetapkan tersangka dalam kasus tersebut. Penyidik melakukan upaya pemeriksaan saksi-saksi yang mengetahui kejadian itu.

"Ya belum ada tersangka, kasusnya saja baru dilaporkan dua hari yang lalu. Masih kami dalami," tandas Ardyan.

Tonton juga 'Duh! Ada 19 Jenis Pelecehan Seksual di Transportasi Publik':

[Gambas:Video 20detik]

(iwd/iwd)