Budi Daya Labu Madu di Pasuruan Datangkan Rezeki Saat Pandemi COVID-19

Muhajir Arifin - detikNews
Sabtu, 17 Okt 2020 07:29 WIB
labu madu
Pengunjung memetik labu madu (Foto: Muhajir Arifin)
Pasuruan -

Pandemi COVID-19 mendatangkan keberuntungan bagi pembudi daya labu madu di Dusun Magersari, Desa Pleret, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan. Kebun labu madu yang dikelola Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) ini ramai pengunjung sehingga mendatangkan rejeki bagi warga.

Sukarto, pengelola sekaligus perawat kebun labu madu Magersari mengatakan budi daya buah yang juga dikenal dengan nama pumpkin butternut itu dimulai sejak 2019. Ide awalnya didapat saat melihat tayangan video di YouTube.

"Awalnya melihat di YouTube, kok begitu unik, akhirnya coba-coba ajak teman-teman," kata Sukarto, Sabtu (17/10/2020).

Sukarto mengatakan budi daya buah bernama latin Cucurbita Moschata itu susah-susah gampang. Untuk menumbuhkannya dibutuhkan ketelitian dan ketelatenan. Untungnya, warga tak pernah kesulitan air.

"Susahnya ya itu mengawinkan dua bunga yang ada di tanaman tersebut. Kalau dengan bantuan serangga, lebih mudah. Untung airnya mudah, dekat dari Dam Pleret," katanya.

Saat ini sudah ada 200 pohon di kebun labu madu Magersari. Satu pohon bisa menghasilkan 4 hingga 6 buah. "Beratnya 1 hingga 3 kilogram setiap buah," ujar Sukarto.

Beberapa bulan belakangan selama pandemi, kebun labu madu Magersari mulai dikenal khalayak. Setiap hari, kebun Magersari tak pernah sepi.

Selain berwisata, pengunjung pasti membeli buah berbentuk mirip kacang tanah berukuran jumbo itu. Rasa buahnya yang manis berwarna mentega dengan tekstur lembut sangat disukai pembeli.

Selanjutnya
Halaman
1 2