Elemen Masyarakat Jombang Tolak Anarkisme di Demo Omnibus Law

Enggran Eko Budianto - detikNews
Jumat, 16 Okt 2020 16:12 WIB
Deklarasi Anti-Anarkisme Jombang Berkarakter dan Berdaya Saing digelar di ruang JCC Polres Jombang
Foto: Enggran Eko Budianto
Jombang -

Elemen masyarakat di Kabupaten Jombang menolak segala tindakan anarkis dalam aksi Omnibus Law Cipta Kerja. Mereka membuktikan sikap anti-anarkis tersebut dengan menggelar deklarasi.

Deklarasi Anti-Anarkisme Jombang Berkarakter dan Berdaya Saing digelar di ruang JCC Polres Jombang, Jalan KH Wahid Hasyim. Deklarasi ini diikuti Kapolres Jombang AKBP Agung Setiyo Nugroho, Ketua FKDM Mustain Hasan, Kepala Cabang Dindikm Jatim Trisulo Budi.

Hadir pula Kepala Dindik Jombang Agus Purnomo, perwalilan PC Ansor Djamaludin Karim, Kokam Muhammadiyah Ainur Rofik, perwakilan Banser, Pemuda Pancasila, tokoh agama Hindu, Kristen, Khonghucu, Katolik dan Islam, serta para Kepala SMA/SMK se-Jombang.

Mereka kompak menyatakan sikap terkait maraknya unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja yang diwarnai tindakan anarkis. Mulai dari menolak segala bentuk kekerasan dan anarkisme, tidak mudah terprovokasi pihak manapun, menjalin kerukunan antar-umat beragama, menjaga persatuan dan kesatuan untuk keutuhan NKRI, berperan aktif menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Juga mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran COVID-19, hingga bersama-sama menciptakan masyarakat beriman yang sejuk, damai dan berkarakter. Berbagai elemet masyarakat Jombang tersebut lantas menandatangani naskah deklarasi.

Kapolres Jombang AKBP Agung Setiyo Nugroho menjelaskan, unjuk rasa merupakan hak setiap warga negara yang dilindungi undang-undang. Namun, demonstrasi yang diwarnai tindakan anarkis justru mengganggu keamanan dan ketenangan masyarakat, serta persatuan bangsa.

"Aksi anarkis dan rusuh massa menjadi ancaman terhadap ketenteraman masyarakat, persatuan dan kesatuan bangsa serta keutuhan NKRI," kata Agung dalam rilis yang diterima detikcom, Jumat (16/10/2020).

Dari sudut pandang agama, lanjut Agung, unjuk rasa yang diwarnai anarkis memberi dampak negatif lebih besar dibandingkan manfaatnya bagi masyarakat. Oleh sebab itu, dia berharap semua elemen masyarakat Kota Santri tidak mudah terprovokasi ajakan berbuat kekerasan maupun anarkis. Agung juga mengajak masyarakat berperan aktif menjaga situasi tetap kondusif.

"Menjaga Kondusivitas di Jombang merupakan tugas bersama, bukan hanya tugas pemerintah dan aparat keamanan," jelasnya.

(fat/fat)