Soroti Pelajar di Aksi Demo Anarki, Polisi Banyuwangi Gelar Deklarasi Damai

Ardian Fanani - detikNews
Jumat, 16 Okt 2020 14:35 WIB
polresta banyuwangi
Polisi gelar deklarasi damai (Foto: Ardian Fanani)
Banyuwangi -

Aksi demo penolakan pengesahan UU Omnibus Law Cipta Kerja yang berakhir ricuh di beberapa daerah membuat tokoh masyarakat, agama dan pemuda di Banyuwangi menggelar deklarasi damai. Deklarasi ini juga melibatkan Cabang Dispendi Jatim Banyuwangi.

Karena tidak sedikit pelajar yang dilibatkan dalam sejumlah aksi unjuk rasa yang berujung kericuhan. Deklarasi damai ini digelar di Ruang Rupatama Polresta Banyuwangi, Jumat (16/10/2020).

"Tentu menjadi atensi kami dalam keterlibatan pelajar dalam aksi demo itu. Apalagi sampai melakukan tindakan anarkis. Kegiatan ini merupakan kegiatan antisipasi terkait anarkisme dan turunnya pelajar di dalam kegiatan unras (unjuk rasa)," ujar Kapolresta Banyuwangi Kombes Arman Asmara Syarifuddin usai deklarasi pelaksanaan deklarasi.

Oleh karena itu, kata Arman, pihaknya mengumpulkan tokoh agama, masyarakat, dan kepemudaan intim duduk bersama memberikan pencerahan kepada pelajar agar tak terhasut hoaks. Apalagi sampai turun ke jalan ikut aksi demo dan melakukan tindakan anarki.

"Kami menemukan ada 2 orang pelajar yang membawa batu saat aksi demo kemarin. Kita bina dan kembalikan lagi ke orangtua. Ini kita harapkan kepada tokoh agama, masyarakat dan pemuda untuk ikut juga melakukan pengawasan," kata Arman.

Menurut Arman, dari sisi Undang-undang (UU) maupun dari sisi pendidikan dan budaya yang ada di Banyuwangi, pelajar tidak seharusnya ikut dalam kegiatan unjuk rasa. Menurutnya, pelajar sebagai generasi penerus bangsa seharusnya lebih berkonsentrasi untuk belajar. Arman menambahkan aksi anarkisme sangat tidak relevan dengan budaya yang ada di Banyuwangi.

"Karena Banyuwangi merupakan wilayah yang menjunjung tinggi nilai seni dan budaya yang juga memberikan image terhadap perilaku di dalam melakukan kegiatan sehari-hari," tegasnya.

Mengenai kemungkinan adanya mobilisasi pelajar untuk kegiatan unjuk rasa, menurut Arman indikasi itu bisa saja terjadi. Dia menyebut hal ini sungguh sangat disayangkan. Dia berharap tidak ada lagi aksi anarkisme dan aksi mobilisasi pelajar karena mereka adalah generasi penerus bangsa yang tugasnya hanya belajar dan menuntu ilmu sebanyak mungkin.

"Jadi harapan kita, ke depan pelajar tidak dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan tersebut," tegasnya.

Deklarasi ini mendapatkan apresiasi dari para tokoh yang hadir. Ketua MUI Banyuwangi, KH. M Yamin berharap dengan adanya deklarasi ini tidak ada lagi anarkisme dengan tetap menghargai mereka yang turun ke lapangan.

"Menyalurkan aspirasi boleh dilakukan oleh siapapun karena merupakan hak bersuara. Tapi kami minta agar masyarakat tidak melakukan tindakan anarkis. Ada jalan yang bisa ditempuh dalam bersuara mungkin bisa melakukan judicial review di MK," katanya.

(iwd/iwd)