Kasus Percobaan Pemerkosaan, Ketua Muda-mudi Demokrat Tulungagung Dinonaktifkan

Adhar Muttaqien - detikNews
Kamis, 15 Okt 2020 23:51 WIB
Ketua DPC Partai Demokrat Tulungagung Sofyan Heryanto
Ketua DPC Partai Demokrat Tulungagung Sofyan Heryanto (Foto: Istimewa)
Tulungagung -

DPC Partai Demokrat Tulungagung menonaktifkan sementara Ketua Muda Mudi Demokrat lantaran dilaporkan ke polisi dalam dugaan pelecehan seksual dan percobaan pemerkosaan terhadap karyawan warung kopi miliknya.

Ketua DPC Partai Demokrat Tulungagung Sofyan Heryanto mengatakan saat ini RPM bukan lagi ketua organisasi sayap partainya. Sebab pada saat muncul kasus tersebut satu bulan lalu pihaknya telah mengambil sikap dengan mencopot jabatannya di partai.

"Kami nonaktifkan dulu, sejak adanya kasus ini. Makanya kemarin gambarnya (partai di rumah RPM) juga saya lepas," kata Sofyan, Kamis (15/10/2020).

Penonaktifan tersebut dilakukan setelah kasus itu ramai di media sosial, serta klarifikasi terhadap yang bersangkutan melalui sambungan telepon.
"Kalau dipanggil secara resmi memang tidak, tapi lewat telepon saja," ujarnya.

Saat diklarifikasi pengurus DPC Partai Demokrat Tulungagung, RPM membantah melakukan tindakan yang dituduhkan. Namun setelah berjalan satu bulan, kasus tersebut akhirnya dilaporkan oleh korban ke polisi.

Terkait upaya korban untuk melaporkan perkara dugaan pelecehan dan percobaan pemerkosaan, Sofyan mendukungnya, sehingga duduk perkaranya bisa jelas dan mendapat keadilan di mata hukum.

Sofyan menegaskan kasus yang dialami RPM tidak terkait dengan kegiatan Partai Demokrat, namun murni urusan pribadi dari RPM pribadi. "Itu urusan pribadi, tidak ada kaitannya dengan Demokrat," Imbuhnya.

Sebelumnya seorang karyawan warung kopi milik RPM di Desa Bolorejo, Kecamatan Kauman, Tulungagung melapor ke polisi setelah mendapatkan dugaan pelecehan oleh bosnya. Korban yang saat itu baru bekerja sehari dipaksa minum minuman keras, selanjutnya korban dilecehkan secara seksual dan nyaris diperkosa. Saat ini kasus tersebut dalam penanganan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Tulungagung.

(iwd/iwd)