KontraS Surabaya Minta Polisi Kembalikan HP Pendemo Omnibus Law yang Dirampas

Amir Baihaqi - detikNews
Kamis, 15 Okt 2020 17:50 WIB
Koordinator KontraS Surabaya Rahmat Faisal
Koordinator KontraS Surabaya Rahmat Faisal Ibaju merah)/Foto: Amir Baihaqi
Surabaya -

KontraS Surabaya menyebut sejumlah handphone milik pendemo omnibus law di Surabaya yang dirampas polisi masih belum dikembalikan. Perampasan handphone dilakukan karena pendemo merekam aksi represif aparat kepada massa aksi.

Koordinator KontraS Surabaya Rahmat Faisal mengatakan sejauh ini pihaknya sudah menerima satu laporan resmi terkait perampasan handphone milik pendemo yang hingga kini belum dikembalikan. Padahal para pendemo itu sudah dibebaskan sehari setelah ditangkap.

"Yang masuk ke KontraS yang benar-benar datang, melapor dan menceritakan kronologi itu baru satu orang. Waktu di depan di Grahadi. Dia itu kan ditangkap dan diangkut ke truk dan kemudian dirampas handphone-nya karena merekam represifitas aparat," beber Faisal kepada detikcom, Kamis (15/10/2020).

"Sampai sekarang juga belum ada informasi lebih lanjut dari kepolisian soal mekanisme pengambilannya dan lain-lain. Untuk jenis handphone milik atas inisial FG, merek Iphone Xr hitam 128 Gg dan Vivo Y93 bersama KTP," tambah Faisal.

Menurut Faisal, selain satu orang yang sudah melaporkan secara resmi dan datang ke pihaknya, ada 7 laporan lagi mengenai hal yang sama. Namun laporan itu hanya sebatas konfirmasi secara lisan saja.

"Ada banyak laporan. Tapi belum ada yang datang dan langsung ngomong lebih lanjut soal barang-barang yang hilang. Yang konfirmasi lewat handphone itu ada 7 orang. Sama yang sudah laporan 1 itu jadi 8 orang," tuturnya.

"Ada juga sepeda motor tapi belum terkonfirmasi secara jelas bagaimana kronologinya, apa detail motornya tapi memang ada laporan masuk soal motor itu. Tapi paling banyak itu handphone. Karena dibuat untuk dokumentasi itu," tandas Faisal.

(iwd/iwd)