Pelajar SD di Surabaya Mulai Diimunisasi Hari Ini

Esti Widiyana - detikNews
Rabu, 14 Okt 2020 21:01 WIB
imunisasi
Foto: Esti Widiyana
Surabaya -

Pemkot Surabaya menggelar imunisasi setiap bulan, mulai Oktober sampai November dan berlangsung mulai hari ini, Rabu (14/10/2020). Jenis imunisasi yang digunakan ialah Measles Rubella (MR) dan Human Papiloma Virus (HPV) untuk menjaga sistem kekebalan tubuh pelajar SD.

Menurut Dokter Spesialis Anak, dr Dominicus Husada, imunisasi merupakan salah satu upaya paling penting untuk mencegah penyakit. Apa lagi selama pandemi COVID-19 kegiatan imunisasi telah ditunda dua bulan sejak Agustus lalu.

"Yang diberikan ke anak sekolah itu tergantung kelasnya. Ada kelas 1, 2, 3 kelas 5, 6 tergantung. Kalau HPV diberikan kepada anak perempuan kelas 5. Hanya Surabaya yang melakukan imunisasi itu," kata Dominicus saat dihubungi wartawan, Rabu (14/10/2020).

HPV adalah imunisasi rahim. Karena kanker rahim merupakan kanker kedua pada perempuan setelah kanker payudara dan tidak sedikit yang menderitanya.

"Karena kalau sudah ketahuan kanker pengobatannya lebih banyak tidak berhasil daripada berhasilnya. Semua pengobatan kanker juga mahal. Nah salah satu upaya terbaik adalah mencegahnya dengan imunisasi," ujarnya.

Dominicus menjelaskan imunasisi HPV dari program pemerintah ini dilakukan selama dua kali. "Misal anak kelas 5 tahun ini dapat imunisasi HPV, jadi pas anak kelas 6 dia akan menerima lagi. Karena untuk satu kali suntik imunisasi HPV ini Rp 700 ribu per orang. Selama bulan imunisasi, gratis," jelasnya.

Sementara imunisasi MR, sebagai pengganti imunisasi campak. Imunasi tersebut untuk mencegah terjadinya penyakit yang disebabkan oleh virus campak dan rubella.

"Ini pengganti imunisasi campak, sudah empat tahun lalu kita mengganti imunisasi campak ke MR. Jadi imunisasi itu diberikan sekali waktu umur sembilan bulan, 18 bulan dan sekali di SD. Karena itu sudah jadwalnya. Itu imunisasi yang dikasihkan posyandu," katanya.

Menurut Dominicus, imunisasi ini penting. Terlebih pemyakit campak menjadi pembunuh balita terbanyak nomor 5 di dunia. "Jadi harus dicegah. Campak juga nggak ada obatnya. Harapan satu-satunya ya mencegah dengan imunisasi," ujarnya.

Dominicus menyarankan kepada orang tua, jangan sampai selama pandemi, imunisasi anak dikorbankan. Lengkapi imunisasi sesuai jadwal yang seharusnya.

"Kalau takut ada beberapa cara RS, puskesmas atau dokter sudah bikin strategi supaya resiko COVID-19 lebih tipis. Memutuskan tidak imunisasi karena pandemi juga tidak bijaksana. Risiko terkena penyakit lain juga tidak berkurang. Mohon ibu-ibu untuk melihat jadwal anaknya imunisasi dan dilengkapi imunisasinya. Terus jangan lupa juga tetap disiplin protokol kesehatan," pungkas Dominicus.

(iwd/iwd)