Selain Tes Swab, Pelajar di Surabaya Juga Diimunisasi Jelang Sekolah Tatap Muka

Esti Widiyana - detikNews
Selasa, 13 Okt 2020 15:29 WIB
Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara
Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara (Foto: Esti Widiyana)
Surabaya -

Sebelum sekolah tatap muka kembali dibuka, Pemkot Surabaya memberikan imunisasi kepada para pelajar secara bertahap. Program ini dilakukan untuk meningkatkan imun saat pandemi COVID-19 di Surabaya belum usai.

"Program itu tetap harus dilakukan untuk menjaga kekebalan tubuh bagi siswa Sekolah Dasar (SD) sederajat," kata Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara di ruang kerjanya, Selasa (13/10/2020).

Pelaksanaan imunisasi akan dibagi menjadi beberapa sesi setiap harinya. Sebab, pemkot juga mempertimbangkan dan memperhatikan protokol kesehatan agar tidak terabaikan.

"Jadi mekanismenya, siswa akan dijadwalkan oleh gurunya. Setiap sesi ada 15 siswa yang diimunisasi. Setelah 15 siswa itu selesai, baru kemudian sesi berikutnya," ujarnya.

Imunisasi akan digelar setiap bulan, mulai Oktober sampai November dan berlangsung mulai besok, Rabu (14/10). Setiap harinya, petugas puskesmas secara serentak akan berkeliling di masing-masing sekolah sesuai wilayahnya.

Febri menjelaskan, imunisasi ini ditujukan kepada siswa kelas 1, 5 dan 6 SD dan sudah diatur jadwal pelaksanaannya. Hari pertama di SD Karunia Hidup, Jalan Ngagel Tirto, Kelurahan Ngagel Tirto. Hari kedua di MI Muhyidin, Jalan Gebang Kidul Kelurahan Gebang Putih.

"Tanggal 16 Oktober ada empat titik lokasi di kelurahan yang berbeda-beda. Itu terus kami lakukan sampai semua sasarannya terpenuhi," jelasnya.

Jenis imunisasi yang digunakan untuk pelajar SD yaitu Measles Rubella (MR) dan Human Papiloma Virus (HPV). Khusus Oktober, dua jenis imunisasi itu menyasar 43.688 anak.

"Sementara itu, untuk pelaksanaan November jenis imunisasinya yakni Difteri Tetanus (DT) dan Tetanus Difteri (TD). Kalau yang ini ada tambahan kelas 2 SD," katanya.

Ia berharap, program imunisasi ini dapat berjalan lancar tanpa mengabaikan protokol kesehatan. Pemkot juga mengimbau para guru agar terus memantau murid-muridnya akan protokol kesehatan.

"Biasanya kan anak-anak kalau sudah lama tidak ketemu kangen sama temannya. Tapi itu tetap harus terus dijaga. Dan satu lagi anak-anak wajib menggunakan masker," pungkasnya.

(iwd/iwd)