Hari Penglihatan Sedunia, Ini Bahaya Sinar Biru Gadget Bagi Mata

Esti Widiyana - detikNews
Rabu, 14 Okt 2020 15:25 WIB
Teen watching media in a smart phone in the night sitting on a couch in the living room at home
Foto: iStock
Surabaya -

Selama pandemi COVID-19, sebagian besar kegiatan dialihkan ke daring. Sehingga tingkat penggunaan gadget semakin tinggi.

Seringkali masyarakat tidak menyadari akan bahaya atau dampak negatif bagi kesehatan mata, akibat paparan sinar biru (blue light). Blue light merupakan sinar biru yang dipancarkan dari layar perangkat digital seperti smartphone, tablet, laptop atau PC.

Sinar biru pada perangkat gadget berfungsi untuk menerangi layar selama digunakan. Tidak hanya berpengaruh pada kondisi mata, tetapi juga bisa berdampak pada kesehatan tubuh yang lain.

"Jika berkaitan dengan penglihatan, dalam kehidupan ini ada sinar ultraviolet (UV) dan panjang gelombang yang berbeda-beda. Panjang gelombang itu ada yang memiliki efek radiasi dan ada yang tidak," kata Dokter spesialis mata RS Katolik Vincentius A Paulo Surabaya dan Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Surabaya (Ubaya), dr Sawitri Boengas SpM, Rabu (14/10/2020).

"Setiap lapisan mata manusia sebenarnya sudah memiliki daya untuk menetralisir, namun tergantung dari panjang gelombang, jenis sinar, dan intensitas atau lamanya paparan sinar yang dapat berpengaruh pada kondisi mata," imbuhnya.

Bertepatan dengan Hari Penglihatan Sedunia, Sawitri menjelaskan, paparan sinar biru tergolong sebagai high-energy visible light (HEV light). Umumnya paparan sinar biru dengan panjang gelombang antara 300 hingga 400 nm masih bisa menembus kornea, serta diabsorpsi oleh iris dan pupil.

Namun, jika panjang gelombang antara 415 hingga 455 nm beresiko lebih berbahaya dan bisa menyebabkan gangguan pada penglihatan. Selain gadget, bisa juga karena matahari. Berbeda dengan paparan sinar dari gadget, sinar biru matahari dapat meningkatkan suasana hati atau perasaan bahagia seseorang.

Selanjutnya
Halaman
1 2