Ironi Bondowoso Sebagai Kabupaten Layak Anak, Kasus Kekerasan Seksual Melonjak

Chuk Shatu Widarsha - detikNews
Rabu, 14 Okt 2020 10:20 WIB
Wakil Ketua DPRD Bondowoso, Sinung Sudrajat
Wakil Ketua DPRD Bondowoso, Sinung Sudrajat (Foto: Chuk Shatu Widarsha/detikcom)
Bondowoso -

Dalam sepekan, tiga anak di bawah umur di Bondowoso jadi korban kekerasan seksual anak dan pencabulan. DPRD Bondowoso menyebut sebagai kondisi memprihatinkan sebagai penerima anugerah kabupaten layak anak.

Karena pada tahun 2017 Bondowoso mendapat anugerah sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA) tingkat pratama. Disusul tahun 2019 juga mendapat anugerah KLA tingkat madya, dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI.

"Ini kan sangat ironis. Kita dapat anugerah sebagai kabupaten layak anak, tapi kekerasan seksual pada anak jumlahnya relatif banyak," kata Wakil Ketua DPRD Bondowoso, Sinung Sudrajat, kepada detikcom, Rabu(14/10/2020).

Sinung menjelaskan, pihaknya akan meminta pada eksekutif untuk memberi perhatian dan langkah konkret pada kasus-kasus tersebut. Pun pada para korban, perlu pendampingan secara psikis.

"Tak ada alasan anggarannya terlalu kecil. Jika memang benar, maka harus ada penguatan anggaran untuk menangani soal perempuan dan anak," beber politisi PDIP ini.

Bahkan, dia sudah mendengar tentang keluhan polisi jika selama ini tak ada pendampingan pada para korban pencabulan. Terutama saat menjalani proses hukum. Sehingga sangat rawan adanya intimidasi dari keluarga maupun lingkungan sekitar pelaku.

"Kami sudah sampaikan sekitar setahun lalu ke dinas terkait, agar ada pendampingan korban. Tapi belum ada realisasi sampai saat ini. Kami akan coba dorong lagi pada APBD 2021," terang Sinung Sudrajat.

Data dihimpun, tahun 2019 lalu ada sekitar 20 kasus kekerasan seksual menimpa anak di bawah umur di Bondowoso. Pada tahun 2020, hingga bulan Oktober ini saja, angkanya juga sudah hampir 20 kasus.

Pada bulan Oktober 2020 ini saja, ada 3 kasus kekerasan seksual anak di bawah umur. Yakni kasus di Kecamatan Botolinggo, Wringin, dan Tamanan. Kendati, polisi juga sudah meringkus tiga pelaku.

(fat/fat)