Polisi Tetapkan Dua Tersangka Baru Demo Ricuh Omnibus Law di Kota Malang

Muhammad Aminudin - detikNews
Selasa, 13 Okt 2020 21:07 WIB
Aksi unjuk rasa di Kota Malang berakhir rusuh. Satu mobil patwal Pemkot Malang dibakar pengunjuk rasa.
Mobil patwal Satpol PP dibakar saat demo omnibus law di Malang (Foto: 20Detik)
Malang -

Polisi kembali menetapkan dua tersangka baru dalam kasus unjuk rasa anarkis tolak Omnibus Law beberapa waktu lalu. Dua tersangka itu adalah mahasiswa dan sekuriti.

Kasat Reskrim Polresta Malang Kota AKP Azi Pratas Guspitu mengatakan dari hasil pengembangan penanganan kasus demontrasi anarkis pada Kamis (8/10/2020), lalu, ditetapkan dua tersangka baru.

"Kami sudah menetapkan dua orang tersangka baru. Mereka terbukti melakukan pengrusakan kendaraan dinas, pelemparan gedung DPRD, dan mobil Patwal Satpol PP," ungkap Azi kepada wartawan di Mapolresta Jalan Jaksa Agung Suprapto, Selasa (13/10/2020).

Menurut Azi, pemeriksaan sudah dilakukan terhadap kedua tersangka sejak kemarin malam. Sekaligus, penahanan setelah terbukti melakukan pelanggaran pidana.

"Sudah dilakukan penahanan. Kita masih terus mendalami," tuturnya.

Azi menegaskan kedua tersangka baru ini kesemuanya adalah warga Kabupaten Malang dan mereka memiliki latar belakang berbeda. "Semuanya warga Kabupaten Malang, satu mahasiswa dan satunya sekuriti," tegas Azi.

Selain itu, kata Azi, dari kedua orang yang baru ditetapkan sebagai tersangka itu. Satu di antaranya ikut diamankan bersama 129 orang saat kericuhan terjadi.

"Satunya ikut diamankan bersama 129, namun yang satunya tidak. Kita masih lakukan pemeriksaan terhadap kedua tersangka," pungkas Azi.

Seperti diberitakan, polisi menetapkan satu tersangka kericuhan aksi demontrasi menolak UU Cipta Kerja di Kota Malang. Tersangka berinisial AN (21), adalah kuli bangunan asal Wagir, Kabupaten Malang.

"Sudah ditetapkan satu tersangka. Peranan melakukan pengrusakan bus milik Polres Batu," tegas Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata kepada wartawan di Mapolresta Jalan Jaksa Agung Suprapto, Senin Senin (12/10/2020).

(iwd/iwd)