Gegara Ganti Nomor HP, Dokter Gigi di Surabaya Kebobolan Ratusan Juta Rupiah

Amir Baihaqi - detikNews
Senin, 12 Okt 2020 21:19 WIB
Seorang dokter gigi di Surabaya Eric Priyo Prasetyo (39) menggugat Bank Danamon dan Telkomsel. Gugatan itu dilayangkan sebab uang tabungan Eric senilai Rp 399.500.000 raib dibobol.
Foto: Istimewa
Surabaya -

Seorang dokter gigi di Surabaya Eric Priyo Prasetyo (39) menggugat Bank Danamon dan salah satu provider. Gugatan itu dilayangkan sebab uang tabungan Eric senilai Rp 399.500.000 raib dibobol.

Yusron Marzuki, pengacara Eric mengatakan, kasus raibnya uang kliennya itu terjadi tahun 2016 lalu. Namun untuk gugatan perdatanya baru dilakukan sekarang.

"Lapornya sebenarnya bukan sekarang. Karena laporan pidananya sudah sejak 2016 itu. Kalau ini gugat perdata dan sidang perdananya tanggal 24 September tahun ini," terang Yusron kepada detikcom, Senin (12/10/2020).

Dalam sidang perdana itu, lanjut Yusron dua tergugat salah satu bank dan salah satu provider ternyata tidak hadir. Sehingga sidang sempat mengalami sejumlah penundaan.

Meski begitu, dalam sidang selanjutnya, pihak tergugat bank tersebut pada akhirnya hadir. Sedangkan pihak salah satu telepon seluler tetap tidak hadir sama sekali. Adapun sidang akan dilanjutkan pada Kamis (15/10) mendatang.

"Pihak tergugat tidak ada yang hadir sama sekali. Lalu ditunda 1 minggu tanggal 1 Oktober dan yang hadir baru pihak Danamon. Telkomsel tidak hadir ditunda lagi 8 Oktober. Yang hadir juga sama Danamon, Telkomsel tetap tidak hadir," terangnya.

"Berarti kan tidak ada itikad baik. Dan ini sidang dilanjut Kamis depan," imbuh Yusron.

Yusron kemudian menuturkan, pembobolan tabungan kliennya itu bermula sekitar bulan Mei 2016. Saat itu, kliennya dihubungi melalui telepon yang mengaku sebagai staf dari bank memberitahukan bahwa telah tergabung dalam salah satu program.

"Orang yang mengaku staf bank ini menanyakan keberadaan klien kami. Kemudian memberitahukan secara otomatis terdaftar pada layanan Bank Danamon yang menyajikan harga-harga komoditi, valas, naik turun saham dan biayanya akan didebet secara otomatis dari rekening," beber Yusron.