Siapa 14 Tersangka Perusakan dalam Demo Omnibus Law di Surabaya-Malang?

Hilda Meilisa Rinanda - detikNews
Jumat, 09 Okt 2020 19:17 WIB
Polda Jawa Timur menetapkan 14 tersangka perusakan fasilitas umum (fasum), dalam demo menolak Omnibus Law di Surabaya dan Malang. Mereka merusak fasum seperti merobohkan pagar hingga merusak kendaraan dan pos polisi.
Kapolda Jatim Irjen M Fadil Imran (tengah)/Foto: Hilda Meilisa Rinanda
Surabaya -

Polisi menetapkan 14 tersangka perusakan dalam demo Omnibus Law di Surabaya dan Malang pada Kamis (8/10). Siapa dan dari mana mereka?

"Latar belakangnya kami sampaikan, kita tidak melihat dari apa yang melatarbelakangi status sosialnya. Tapi apa yang lebih pada esensi cukup bukti bahwasanya yang bersangkutan merupakan pelaku perusakan," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko di mapolda, Jalan Ahmad Yani Surabaya, Jumat (9/10/2020).

Saat ditanya apakah tersangka perusakan merupakan mahasiswa atau pelajar, Truno enggan memaparkan. Dia hanya menyebut para tersangka telah terbukti melakukan perusakan dan datanya kini ada di Dirreskrimum Polda Jatim.

"Kita tidak melihat background itu (mahasiswa atau pelajar), kita melihat 14 tersangka berdasarkan apa perbuatannya," ujar Truno.

"Yang ke-14 ada di Ditreskrimum, 14 tersangka lebih lanjut nanti akan kami sampaikan dan kemudian ini belum 1x24 jam. Tentunya nanti setelah penetapan tersangka dan pada proses selanjutnya penahanan ini masih menjadi otoritas penyidik," imbuhnya.

Sementara Kapolda Jatim Irjen M Fadil Imran meyakini, pelaku perusakan bukanlah pelajar, mahasiswa hingga buruh yang memiliki niat menyampaikan aspirasinya. Namun, Fadil menyebut ada pihak-pihak yang sengaja menyusup dan memprovokasi massa untuk ricuh.

"Saya yakin yang melakukan itu bukan mahasiswa, bukan pelajar, bukan buruh. Tapi mereka yang memang niatnya ingin melakukan perusakan. Saya sangat sayang dengan Kota Surabaya, dengan Jatim. Saya kira kita semua tidak ingin Kota Surabaya yang indah ini dirusak orang-orang yang tidak bertanggung jawab," ungkap Fadil.

Tonton juga video 'Jokowi: Izin Usaha dan Pengawasan di UU Ciptaker Dilakukan Pemda':

[Gambas:Video 20detik]