Alasan Dosen di Surabaya Beri Nilai A ke Mahasiswa yang Ikut Demo Omnibus Law

Hilda Meilisa Rinanda - detikNews
Kamis, 08 Okt 2020 22:35 WIB
Dosen kasih nilai A
Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, Umar Sholahudin/Foto: Dok. Pribadi

"Yang ketiga ini kan sebagai tanggung jawab moral, sekaligus wujud solidaritas bagi mereka. Agar memang hal ini bisa dianggap secara serius. Karena RUU Cilaka ini tak hanya berdampak pada buruh, tapi juga sektor lain. termasuk mahasiswa kalau dia lulus menjadi pekerja atau karyawan dia akan kena sehingga mereka terlibat dalam ini," lanjut Umar.

Tak hanya itu, Umar juga memaknai turunnya mahasiswa dalam aksi demonstrasi sebagai implementasi dari Kampus Merdeka yang dicanangkan Menteri Pendidikan Nadiem Makarim. Hal ini untuk memupuk kepekaan mahasiswa.

"Saya kira ini sebagai implementasi dari Kampus Merdeka. Yang diajarkan oleh Pak Menteri kita. Sehingga belajar tidak harus di kelas secara reguler. Sehingga harus belajar dengan lingkungan sosialnya sehingga dia memiliki kepekaan sosial, kepekaan politik dan kepekaan yang lain," jelas Umar.

"Ini salah satu laboratorium bagi mahasiswa FISIP. Dulu saya alumni Fisip Unair juga begitu, praktiknya ya demo, tapi di dalam kampus. Sehingga dia bisa memahami. Mahasiswa tak hanya pintar di kelas tapi kita hadapkan persoalan real di masyarakat, sehingga itu adalah sebuah pembelajaran yang bermakna," tambahnya.

Kendati demikian, Umar tetap mengingatkan mahasiswanya untuk mentaati protokol kesehatan saat turun jalan.

"Menjaga jarak dan memakai masker wajib dilakukan saat aksi turun jalan," lanjutnya.

Sebelumnya, posting-an Umar di Facebook menjanjikan nilai A untuk mahasiswa yang ikut demo UU Cipta Kerja sempat viral. "Janji saya. terus bergerak..jangan kasih kendor. Terima kasih mhs ku yg ikut gabung bersama Buruh tolak UU Cilaka. Sebuah pembelajaran politik yg penuh makna. Saya wajib Ganjar kalian dgn nilai A. Selamat sy angkat topi setinggi2nya.👍👍👍," tulis Umar.


(sun/bdh)