Awas, Kebiasaan Konsumsi Boba dan Minuman Kemasan Percepat Diabetes Usia Muda

Esti Widiyana - detikNews
Rabu, 07 Okt 2020 07:19 WIB
.
Di Singapura ada beberapa gerai minuman boba yang populer. Manawarkan beragam racikan boba milk tea yang manis menyegarkan.
Ilustrasi Minuman Boba (Foto: Istimewa)
Surabaya -

Minuman boba, kopi dan kemasan sachet kini tengah menjadi tren, khususnya di kalangan remaja. Tapi tak banyak orang menyadari jika ada kandungan pemanis buatan dan bahan pengawet yang berbahaya bagi tubuh.

Baru-baru ini di medsos ramai dampak minuman kekinian itu bagi tubuh. Salah satu orang membagikan ceritanya yang mengalami kelumpuhan sementara akibat hobi mengkonsumsi boba. Rupanya minuman tersebut selain menyebabkan gagal ginjal, juga menyebabkan kadar gula tinggi.

Menurut Ahli Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (FKM Unair) Dr Ir Annis Catur Adi MSi mengkonsumsi boba atau minuman kemasan secara berlebih berdampak buruk untuk tubuh. Seperti gangguan pencernaan, obesitas hingga gangguan saluran pernapasan.

"Minuman boba itu kan dibuat dari tepung tapioka. Ada tingkat kekenyalannya, kalau semakin soft itu lebih mudah ditelan dan dicerna. Kalau semakin kenyal maka akan semakin sulit untuk dicerna. Sehingga dapat menyebabkan gangguan pencernaan," kata Annis, Rabu (7/10/2020).

Annis mengatakan, dalam satu gelas minuman boba terdapat banyak karbohidrat sehingga kadar gula menjadi tinggi. Hal tersebut dapat menyebabkan obesitas hingga diabetes di usia muda.

Selanjutnya
Halaman
1 2