Dikabarkan Hilang, 2 Nelayan Tanjung Ditemukan Selamat Mengapung di Tengah Laut

Ardian Fanani - detikNews
Minggu, 04 Okt 2020 20:31 WIB
Dua Nelayan Tanjung Ditemukan Selamat Mengapung di Tengah Laut
Foto: Istimewa
Banyuwangi -

Setelah dinyatakan hilang selama dua hari, Salim (50) dan Fathur Rofi (38), dua nelayan asal Lingkungan Tanjung, Kelurahan Klatak, Banyuwangi akhirnya ditemukan selamat. Kedua korban ditemukan nelayan lain saat terombang ambing di Perairan Tanjung Angguk yang berada tidak jauh dari kawasan Taman Nasional Alas Purwo Kecamatan Muncar, Banyuwangi.

Oleh nelayan, kedua korban langsung dievakuasi ke atas kapal dan dirujuk ke Puskesmas tidak jauh dari Pelabuhan Muncar, Minggu (4/10/2020). Sementara perahu keduanya dinyatakan hilang tenggelam.

"Iya benar informasinya sudah ditemukan. Lokasinya terseret hingga ke Selatan sampai Alaspurwo," ungkap Kepala Pos Basarnas Banyuwangi, Rizky Putra Buana kepada wartawan.

Kedua korban berhasil menyelamatkan diri dari ganasnya gelombang Perairan Selat Bali setelah keduanya berhasil melepas katir saat perahunya mulai tenggelam untuk dijadikan alat menyelamatkan diri. Keduanya akhirnya berhasil tertolong setelah rombongan nelayan pesisir Muncar menemukannya dan kemudian mengevakuasi ke daratan.

Kondisi korban salim sudah berangsur membaik dan sudah mulai bisa makan. Sementara menantunya, Fathur Rofi masih tergolek lemas lantaran terlalu banyak menelan air laut.

"Iya Alhamdulillah ditemukan. Ini posisi saya lagi menjenguk di Puskesmas yang ada di Muncar. Dari keterangan Pak Salim, perahunya tenggelam saat berada di tengah laut sebelum sampai di Gilimanuk pada Jumat sore. Perahunya akan tenggelam, keduanya langsung berupaya melepas katir perahu untuk dijadikan alat mengapung di laut," kata Ketua RT Lingkungan Tanjung, Hamdani.

"Berjam-jam di tengah laut dan terombang-ambing tanpa tahu arah, akhirnya kedua warga kami ini ditemukan nelayan yang sedang pergi melaut pada Sabtu malam. Mereka langsung dievakuasi ke daratan dan dirujuk ke Puskesmas. Alhamdulillah semuanya selamat dan berangsur membaik,"imbuh Hamdani.

Seperti diketahui, kedua nelayan ini berlayar dari pesisir Pantai Tanjung, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi mengirim material bangunan berupa besi galvalum kepada saudaranya di Pesisir Gilimanuk, Bali.

Selain karena hantaman ombak, perahu kedua korban ini tenggelam di tengah laut diduga lantaran perahu yang mereka tunggangi tak kuat menahan beban muatan material bangunan yang terlalu berat.

Tonton juga 'Nelayan Lansia Terombang-ambing dalam Boks Gabus di Laut Selama 6 Hari':

[Gambas:Video 20detik]

(fat/fat)