Anggaran Awal Pengadaan 1 Unit Mobdin Alphard di Nganjuk Rp 4,7 Miliar

Sugeng Harianto - detikNews
Sabtu, 03 Okt 2020 14:07 WIB
DPRD Nganjuk
DPRD Nganjuk (Foto: Sugeng Harianto)
Nganjuk -

Di tengah pandemi COVID-19, Pemkab Nganjuk mengalokasikan dana untuk pengadaan mobil Toyota Alphard senilai Rp 2,6 miliar. Ternyata angka itu merupakan revisi dari angka awal yakni Rp 4,7 miliar.

"Mulai proses awal pembahasan sudah polemik. Mulai pertama dianggarkan Rp 4,7 miliar kalau ndak salah," ujar Ketua DPRD Kabupaten Nganjuk Tatit Heru Tjahjono saat di konfirmasi detikcom Sabtu (3/9/2020).

Rapat pembahasan pengadaan mobil dinas pejabat Nganjuk itu, kata Tatit, digelar pada November 2019. Namun rapat sempat deadlock karena usulan eksekutif tidak disetujui dewan. Rapat akhirnya dilanjutkan dengan jalan tengah anggaran Rp 2,6 miliar untuk sebuah Alphard.

"Mulai pertama dianggarkan Rp 4,7 miliar. Rata-rata tidak setuju. Sempat deadlock. Akhirnya mulai rapat lagi dan disetujui dianggarkan Rp 2,6 miliar," kata Tatit.

"Karena waktu itu, teman-teman belum pernah melihat setingkat bupati mobilnya Alphard," imbuhnya.

Tatit menambahkan sebelum ada pengumuman pengadaan di Lembaga Pengadaan Sistem Elektronik (LPSE) Kabupaten Nganjuk, DPRD sudah mengingatkan untuk menunda pengadaan seiring pandemi COVID-19.

"Penganggaran itu sebelum COVID-19, 7 Desember 2019 tandatangan bersama dan Maret 2020 kena COVID-19 M, dari situ akhirnya semua banyak kegiatan di refocusing termasuk pengadaan mobil Innova untuk DPRD yang juga kena refocusing. refocusing juga wewenang eksekutif," tandas Tatit.

Pantauan detikcom, di laman pengadaan resmi barang dan jasa LPSE Kabupaten Nganjuk tertulis pengadaan kendaraan bermotor perorangan Alphard. Pada pengadaan tersebut tertulis kode tender 3660152.

Pada kolom tanggal pembuatan pengadaan tertulis 22 September dan telah ada 8 peserta lelang. Pada kolom satuan pengadaan juga tertulis Sekretariat Daerah Instansi Pemerintah Daerah Kabupaten Nganjuk.

Sedangkan nominal anggaran yang tertulis Rp 2.685.100.000,00. Saat detikcom mencoba menghubungi Kepala LPSE Kabupaten Nganjuk, Pardi, yang bersangkutan belum menjawabnya.

Tonton video 'Puspomad Selidiki Warga Sipil yang Ngaku TNI Pakai Mobil Dinas':

[Gambas:Video 20detik]



(iwd/iwd)