Ini Kata Ulama dan Mitra Kerja Kasat Sabhara yang 'Dimaki' Kapolres Blitar

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 02 Okt 2020 18:21 WIB
Polsek Nglegok
Foto: Tim detikcom
Blitar -

Pengunduran diri Kasat Sabhara Polres Blitar AKP Agus Hendro Tri Warsono mengejutkan pihak-pihak yang selama ini bermitra dengannya. Mereka kaget jika sosok polisi seperti Agus Tri sampai nekad mundur dari instansi kepolisian.

Sebelum menjabat sebagai Kasat Sabhara Polres Blitar, Agus pernah menjabat sebagai Kapolsek Nglegok dan Kapolsek Sanankulon. Banyak pihak menilai, sosok Agus tepat jika ditugaskan di Nglegok. Kecamatan Nglegok yang merupakan sentra penambangan pasir di Blitar utara situasinya kondusif selama Agus berdinas di sana.

Hubungannya dengan para ulama untuk mengeliminir penyakit masyarakat dari dampak banyaknya tambang pasir, juga selaras dan bisa berjalan beriringan. Seperti yang disampaikan Ketua MBC NU Nglegok, Kiai Abdul Aziz yang menilai sosok Agus tepat jika ditugaskan di daerahnya.

"Sosok Pak Agus Tri itu kan ketua silat pencak dor. Posturnya juga tinggi besar. Jadi sangat cocok kalau ditugaskan di sini yang marak preman sejak ada tambang pasir itu. Beliau tegas kalau menghadapi preman. Dan ini yang membuat situasi di sini terjaga kondusifitasnya," ujar Kiai Aziz kepada detikcom, Jumat (2/10/2020).

Kiai Aziz mengatakan hubungan Agus dengan para ulama juga terjaga dengan baik. Tugas sebagai pengayom, penjaga, dan pelayan masyarakat bisa dijalankan dengan baik.

"Setiap ada kegiatan masyarakat itu yang datang bukan utusannya. Beliau langsung datang sendiri. Setahu saya gak pernah dengar ada masalah, baik dengan warga atau dengan preman tambangan. Dengan bosnya para penambang, juga gak pernah ada masalah itu walaupun bukan asli orang sini," imbuhnya.

Polri: Tim Khusus Dalami Seteru Kasat Sabhara dan Kapolres Blitar:

[Gambas:Video 20detik]