Banyuwangi Kembali Optimalkan Desa Tangguh Bencana Antisipasi Tsunami 20 Meter

Ardian Fanani - detikNews
Rabu, 30 Sep 2020 20:46 WIB
bupati anas optimalkan desa tangguh bencana
Bupati Banyuwangi (Foto: Ardian Fanani/detikcom)

"Sejumlah tempat di Banyuwangi pernah mengalami tsunami hingga memakan korban. Maka adanya hasil riset perlu menjadi perhatian kita minimal sebagai bekal untuk kewaspadaan dan melakukan upaya antisipasi," ujar Eka.

Salah satu antisipasi yang dilakukan adalah Banyuwangi telah membentuk Desa Tangguh Bencana. Desa Tangguh bencana sudah ada sejak tahun 2013. Lokasinya pun di wilayah yang dinilai rawan terjadi bencana tsunami. Khusus untuk desa rawan bencana tsunami sendiri ada empat desa yang memilii resiko tinggi yakni Desa Sarongan, Desa Sumberagung, Desa Pesanggaran, Desa Grajagan.

"Di keempat desa tersebut juga sudah terbentuk Desa Tangguh Bencana. Desa Tangguh Bencana ini mempunyai kemampuan mandiri dalam menghadapi bencana hinnga memulihkan diri usai menghadapi bencana. Jadi warga di desa tersebut sudah tahu apa yang mesti dilakukan dalam menghadapi bencana khususya tsunami," tambahnya.

Menghadapi informasi tentang potensi tsunamimegatrust, warga di empat desa tersebut justru yang aktif melakukan komunikasi kepada pihak BPBD.

"Jadi karena mereka sudah menyadari resiko tempat tinggal, ketika ada kabar potensi tsunami, warga banyak yang berkoordinasi kepada BPBD," tambahnya.

Selain itu, Pemkab Banyuwangi juga memastikan berfungsinya alat early warning system (EWS) yang terdapat di sejumlah pantai Banyuwangi. Sebelumnya ada sembilan EWS yang berfungsi, namun tujuh dalam kondisi rusak karena terjangan ombak tinggi.

"Jadi tinggal dua yang berfungsi yakni di Muncar dan Pancer. Saat ini satu alat baru EWS sudah dipasang di Pantai Grajakan. Sehingga total tiga yang berfungsi. Rencananya bulan depan akan dipasang lagi satu EWS di Pantai Rajegwesi. Dan berikutnya yang rusak akan diperbaiki bertahap," pungkas Eka.


(fat/fat)