Satu Pegawai Positif COVID-19, Pemkab Blitar Tetap Gelar Seleksi Tes CPNS

Erliana Riady - detikNews
Rabu, 30 Sep 2020 13:50 WIB
Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM (BKPSDM) Pemkab Blitar
Foto: Erliana Riady
Blitar -

Satu pegawai Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM (BKPSDM) Pemkab Blitar terkonfirmasi positif COVID-19. Namun pemkab memastikan, panitia tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) CPNS yang dilaksanakan besok semua sehat dan aman.

Kepala BKPSDM Pemkab Blitar, Mashudi mengatakan, pihaknya menerima laporan satu pegawainya positif Corona dari Satgas COVID-19 pada Selasa (29/9/2020). Tapi sebelumnya, pihaknya telah melakukan rapid test kepada semua panitia CPNS itu. Yang hasilnya reaktif, langsung diambil tes swab dan hanya satu yang terkonfirmasi positif.

"Kan mau ada tes CPNS. Jadi tidak hanya peserta yang wajib bebas COVID-19, namun panitia juga wajib sehat dan bebas COVID-19. Kami rapid dan swab 46 panitia dan Alhamdulillah hanya satu positif dan sudah melakukan isolasi," jelas Mashudi dikonfirmasi detikcom, Rabu (30/9/2020).

Satu pegawai yang hasil tes swabnya positif, lanjut dia, memang baru melakukan perjalanan dinas ke Surabaya. Namun kondisinya sehat dan termasuk asimptomatik atau tanpa gejala.

"Kami memamg telusuri satu per satu. Biar tes SKB aman semua," tandasnya.

Sebanyak 1.388 CPNS Pemkab Blitar akan melaksanakan SKB di Tulungagung. Sesuai jadwal, SKB CPNS Pemkab Blitar akan dilaksanakan mulai tanggal 1,2 dan 3 Oktober 2020. Dari jumlah itu, sebanyak 41 CPNS melaksanakan tes SKB di luar Tulungagung.

"Yang 41 diluar Tulungagung. Karena mereka berasal dari daerah jauh-jauh. Seperti Kalimantan, Sulawesi. Malah mengkuatirkan kalau tesnya dijadikan satu di Tulungagung besok," imbuhnya.

Walaupun satu pegawainya terkonfirmasi positif COVID-19, namun Mashudi tidak menutup aktivitas di kantornya. Ini karena satu pegawainya yang terkonfirmasi positif telah melakukan isolasi mandiri sejak rapid tesnya reaktif. Selain itu, upaya sterelisasi dilakukan secara kontinyu setiap hari dan secara ketat menerapkan protokoler kesehatan.

(fat/fat)