Angka Kematian COVID-19 Pasuruan Tinggi, Sebagian Besar Dirawat di Luar Daerah

Muhajir Arifin - detikNews
Selasa, 29 Sep 2020 21:13 WIB
Pemakaman PDP di pasuruan
Pemakaman suspect COVID-19 di Pasuruan (Foto: Istimewa)
Pasuruan -

Satgas Penanganan COVID-19 menyebut Kabupaten Pasuruan masuk dalam 20 daerah dengan angka kasus kematian di atas 100. Pemkab Pasuruan klaim kasus paling banyak berasal dari rumah sakit luar daerah.

Angka kumulatif kasus COVID-19 Kabupaten Pasuruan per 28 September sebanyak 1.381. 153 diantaranya meninggal dunia.

"Angka itu merupakan keseluruhan warga Kabupaten Pasuruan yang meninggal positif COVID, baik yang sedang dirawat di rumah sakit kita (RSUD Bangil dan RSUD Grati) maupun yang dirawat di rumah sakit luar daerah," kata Sekda Kabupaten Pasuruan Anang Saiful Wijaya, kepada detikcom, Selasa (29/9/2020).

Anang menjelaskan sebagian besar warganya yang meninggal terkonfirmasi COVID-19 dirawat di luar daerah. Diantaranya Malang, Batu, Surabaya, Lumajang, Sidoarjo, Surabaya dan beberapa rumah sakit luar daerah lainnya.

"Dari angka kematian pasien konfirmasi COVID, hanya sekitar 2 koma sekian persen, tak sampai 3 persen yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit kita," terang Anang. Dan, katanya, lebih dari 90 persen memiliki komorbid, seperti sakit paru-paru, jantung, diabetes, TBC, darah tinggi bahkan HIV/AIDS.

Anang menjelaskan, ada beberapa faktor yang membuat banyak pasien yang tercatat sebagai warga Kabupaten Pasuruan menjalani perawatan di luar daerah. Selain karena domisili juga karena takut ke RSUD Bangil dan RSUD Grati.

"Karena RSUD Bangil dan RSUD Grati kan RS rujukan COVID, banyak warga yang takut datang khawatir terpapar. Jadi mereka merasa sakit non COVID, takut tertular," ungkap Anang.

Padahal, ia menegaskan, RSUD Bangil dan RSUD Grati sangat ketat terhadap pasien COVID-19. Selain memiliki gedung khusus, di IGD juga punya alur khusus. "Jadi kami sangat hati-hati, jangan sampai pasien COVID menulari pasien umum," tegasnya.

Ia berharap warga Kabupaten Pasuruan yang memiliki gejala tak khawatir datang ke RSUD Bangil dan RSUD Grati.

"Jangan sampai karena khawatir, malah ke rumah sakit yang bukan rujukan. Namanya RS rujukan, Bangil dan Grati memiliki peralatan yang lebih lengkap dan protapnya juga lebih ketat daripada RS yang bukan rujukan. Ada banyak pasien COVID yang meninggal di rumah sakit bukan rujukan," pungkasnya.

Untuk diketahui selain 153 pasien konfirmasi COVID-19, sebanyak 106 pasien suspect Kebupaten Pasuruan juga meninggal dunia.

(iwd/iwd)