Kota Malang Jadi Zona Oranye, Tapi Angka Kematian COVID-19 Masih Tinggi

Muhammad Aminudin - detikNews
Selasa, 29 Sep 2020 20:45 WIB
Relawan saat memakamkan jenazah COVID-19 di Kota Malang
Pemakaman jenazah COVID-19 di Malang (Foto: Istimewa)
Malang -

Satgas Penanganan COVID-19 mengumumkan jika Kota Malang sudah berubah dari zona risiko tinggi atau merah menjadi sedang atau oranye. Namun, Kota Malang menduduki rangking ke-14 dari 20 daerah untuk tingkat kematian tertinggi. Bahkan, persentasenya melebihi nasional.

Berdasarkan data Satgas COVID-19 Kota Malang per 29 September 2020, angka terkonfirmasi positif mencapai 1.775 orang atau bertambah 5 orang, sementara jumlah pasien meninggal sebanyak 170 orang.

Untuk pasien sembuh terbilang cukup tinggi, yakni sebanyak 1.467 orang atau bertambah 37 orang pada hari ini. Sementara persentase kematian di Kota Malang mencapai 9,74 persen, jauh di atas nasional.

Juru bicara Satgas COVID-19 Kota Malang dr Husnul Muarif menjelaskan mengapa angka kematian masih cukup tinggi di Kota Malang. Husnul menyebut, hal itu disebabkan dua faktor. Yaitu, pasien meninggal terbanyak memiliki penyakit bawaan atau komorbid.

"Yang kedua, pasien datang ke layanan sudah dalam kondisi stadium lanjut," terang Husnul saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (29/9/2020), petang.

Husnul menambahkan apabila berpatokan dengan data hari ini, persentase kematian di Kota Malang mencapai 9,74 persen. Angka tersebut dihitung dari jumlah pasien terkonfirmasi positif COVID-19 dibagi jumlah kematian dan dikalikan 100 persen.

"Persentase kematian 9,74 persen," imbuh Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Malang ini.

Selanjutnya
Halaman
1 2