Pakar ITS Bagi Kiat Cara Selamatkan Diri di Darat dan Laut Saat Tsunami

Esti Widiyana - detikNews
Senin, 28 Sep 2020 15:46 WIB
Ilustrasi tsunami
Foto: Thinkstock
Surabaya -

Potensi tsunami di pantai selatan Jawa setinggi 20 meter diprediksi oleh Institut Teknologi Bandung (ITB). Ahli Geologi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Dr Amien Widodo membagikan cara menyelamatkan diri saat di darat maupun saat ada di lautan, seperti nelayan.

Menurut Amin, pengalaman ini sudah dilakukan oleh orang Jepang pada tsunami tahun 2011 lalu. Di situ terdapat seorang guru yang bisa menyelamatkan hampir seluruh muridnya karena berdasarkan pengalaman melihat tsunami di Aceh tahun 2004.

"Dia ngajarin muridnya mengambang di air, berenang mengambang saja ngikuti arus air," kata Amien saat dihubungi detikcom, Senin (28/9/2020).

"Itu memang ditanamkan ketika terjadi tsunami, jangan dilawan. Jadi dia harus mengambang seperti benda-benda di situ. Karena waktu tsunami itu ada kayu, ada mobil dan lainnya. Kita harus seperti kayu mengambang mengikuti arus, dan itu bisa menyelamatkan banyak orang pada waktu itu dan sangat terkenal di media," jelas Amin.

Amin mengatakan Jepang memiliki kejadian yang sama dengan Indonesia. Tetapi Jepang sudah belajar dari berabad-abad sebelumnya dan menyimpulkan bahwa yang bisa menolong diri mereka itu adalah dirinya sendiri 35%, keluarga 32%, masyarakat 38%.

Artinya, siapa pun harus berpengetahuan terkait ancaman tsunami yang ada di daerah itu. Jika di daerah tersebut sering terjadi gempa dan tsunami, maka setiap individu harus belajar terkait cara menghindari. Itulah pentingnya menyelamatkan diri ketika berada di dalam ruangan.

Jika berada di luar rumah, terlebih ketika di dalam mobil, maka dianjurkan untuk meninggalkan kendaraan. Tetapi bisa juga mengenakan transportasi ketika gempa tidak berpotensi tinggi.

Selanjutnya
Halaman
1 2