Antisipasi Potensi Tsunami, Malang Andalkan WRS New Generation

Muhammad Aminudin - detikNews
Sabtu, 26 Sep 2020 15:33 WIB
potensi tsunami di malang
Malang punya WRS new generation untuk antisipasi dini tsunami (Foto: Muhammad Aminudin)
Malang -

BMKG menyebut pesisir selatan Kabupaten Malang sudah terpasang alat peringatan dini tsunami. Alat yang tersambung dengan seluruh BPBD se-Jawa Timur serta kantor Bupati Malang itu dinamai warning receiver system (WRS) new generation. WRS akan mengirim pesan apabila terjadi gempa di pesisir selatan Kabupaten Malang.

"WRS akan mengirim laporan pasca-terjadinya gempa kepada BPBD untuk dilakukan langkah antisipasi apabila gempa yang terjadi memiliki potensi terjadinya tsunami di pesisir selatan Kabupaten Malang," ujar Kepala BMKG Karangkates Musripan kepada detikcom, Sabtu (26/9/2020).

Musripan mengatakan Kabupaten Malang memiliki empat WRS new generation. Masing-masing ditempatkan di Stasiun BMKG Karangkates, kantor Bupati Malang, BPBD Kabupaten Malang, dan satu lagi ditempatkan di BPBD Kota Malang.

"Di sini memiliki WRS terbanyak, dibandingkan daerah lain di Jawa Timur. Karena apa? seringkali episentrum gempa bumi muncul di Kabupaten Malang wilayah selatan," beber Musripan.

Selain WRS, Badan Meterologi dan Geofisika (BMKG) Karangkates juga memasang alat sensor Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS), lokasinya di Desa Sidodadi, Kecamatan Gedangan serta Karangkates, Kabupaten Malang.

"Jadi InaTEWS berbeda dengan WRS new generation, kalau InaTEWS adalah alat sensor gempa yang berpotensi adanya tsunami. Hasil sensornya, kemudian dikirim dan diterima oleh alat yang namanya WRS new generation," tegas Musripan.

Menurut Musripan, WRS new generation sudah terpasang di BPBD seluruh Jawa Timur. Tinggal bagaimana, warning yang dikirimkan dapat diteruskan secara cepat kepada masyarakat yang tinggal di pesisir selatan.

"Kalau alatnya sudah terpasang di seluruh BPBD Jawa Timur. Tinggal pemanfaatannya bagaimana, apakah optimal dan itu perlu kesadaran dari semua pihak," tegas Musripan.

BMKG Karangkates berharap, dengan adanya WRS new generation untuk mempercepat penyebarluasan informasi gempa bumi dan peringatan dini tsunami, dapat mempercepat respon penanganan bencana.

"Sehingga bisa menyelamatkan masyarakat, apabila terjadi bencana," pungkas Musripan.

Catatan BMKG Karangkates, selama September 2020 telah terjadi sebanyak 54 kali gempa bumi.

(iwd/iwd)