Punya Bentang Laut 45 Km, 13 Desa di Blitar Berpotensi Diterjang Tsunami

Erliana Riady - detikNews
Sabtu, 26 Sep 2020 14:54 WIB
potensi tsunami di blitar
Early warning system di Blitar (Foto: Erliana Riady)
Blitar -

BPBD Kabupaten Blitar melakukan pemeriksaan alat early warning sistem (EWS) yang terpasang di dua lokasi. Mereka memastikan, alat dalam kondisi baik dan berfungsi dengan normal ketika potensi tsunami terjadi.

Ketua BPBD Kabupaten Blitar, Achmad Cholik mengatakan, kedua EWS itu dipasang di Pantai Jolosutro Kecamatan Wates dan Pantai Tambakrejo Kecamatan Wonotirto. Pantai Jolosutro, merupakan perbatasan timur pesisir selatan Kabupaten Blitar dengan Kabupaten Malang. Sedangkan Pantai Tambakrejo, batas sisi barat dengan pesisir selatan kawasan Kabupaten Tulungagung.

"Dua EWS kami pasang di dua lokasi yang merupakan batas timur dan batas barat wilayah pesisir pantai selatan Kabupaten Blitar. Bentangan garis dua pantai itu juga paling panjang, sekitar 10 km," terang Cholik kepada detikcom, Sabtu (26/9/2020).

Pasca keluarnya riset Institut Teknologi Bandung (ITB) soal potensi tsunami di sepanjang pantai selatan Jawa Timur, BPBD Jatim menyebut ada 9 kabupaten/kota berpotensi tsunami. Diantaranya kabupaten dan Kota Blitar.

"Begitu kami mendapat informasi itu, kami lakukan pengecekan kembali. Sebetulnya secara berkala pengecekan selalu dilakukan. Namun kali ini kami pastikan, kondisi EWS baik dan berfungsi normal," tandasnya.

EWS yang terpasang, lanjut dia, juga dilengkapi sirene. Bila sirene berbunyi, maka warga yang tinggal di sepanjang pesisir pantai Blitar selatan akan saling melakukan koordinasi. Tiap-tiap desa telah ditentukan skema dan jalur evakuasinya.

"Warga di sana sudah membentuk Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) yang sudah dilatih untuk memahami tanda-tanda alam dan mengorganisir masyarakat bila terjadi bencana," imbuhnya.

Kabupaten Blitar sendiri mempunyai bentangan laut sepanjang 45 km. Sebanyak 13 desa di empat kecamatan Kabupaten Blitar berpotensi terdampak tsunami.

Empat kecamatan itu adalah Kecamatan Wonotirto, Panggungrejo, Wates dan Bakung. Namun hanya ada lima pantai yang terdapat permukiman atau hunian.

Salah satunya di Kecamatan Wates ada Desa Ringinrejo, Tugurejo dan Tulungrejo. Namun hanya pantai di Desa Jolosutro yang berpenghuni. Di Kecamatan Panggungrejo, ada Desa Sumbersih dan Serang. Yang berpenghuni hanya pantai di Desa Serang. Lalu di Kecamatan Wonotirto ada Desa Gunung Gede dan Ngadipuro.

Sedangkan di Kecamatan Bakung ada Desa Plandirejo, Tumpak Oyot, Bululawang dan Sidomulyo. Hanya Pantai Pasur di Bululawang serta Pantai Pangi di Tumpak Oyot yang berpenghuni.

Empat kecamatan itu diketahui berada di zona subduksi Lempeng Indo-Australia yang menajam ke bawah Lempeng Eurasia. Posisi ini merupakan generator gempa kuat, sehingga wajar jika wilayah selatan Jawa disebut kawasan rawan gempa dan tsunami.

Simak video 'Penjelasan Peneliti ITB soal Potensi Tsunami 20 M di Selatan Pulau Jawa':

[Gambas:Video 20detik]



(iwd/iwd)