Pilkada Serentak di Tengah Pandemi, Polisi Siap Jaga Kesehatan Masyarakat

Hilda Meilisa - detikNews
Jumat, 25 Sep 2020 21:07 WIB
polda jatim
Foto: Hilda Meilisa Rinanda
Surabaya -

Pilkada serentak Desember mendatang digelar di tengah pandemi COVID-19. Polda Jatim berkomitmen siap mengamankan masyarakat hingga menjaga masyarakat agar senantiasa sehat dan terhindar dari virus Corona.

Topik ini juga dibahas saat menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema Pelaksanaan Pilkada di Masa Pandemi Covid-19 di Jawa Timur. Selain FGD, polisi menggandeng sejumlah pihak yang terlibat dalam pemilu untuk deklarasi Pilkada yang demokratis, damai, dan Sehat.

Kapolda Jatim Irjen M Fadil Imran mengatakan pilkada serentak kali ini memang lain karena digelar dalam situasi pandemi COVID-19. Fadil mengingatkan hal ini perlu menjadi perhatian semua pihak.

"Kita tidak ingin rangkaian pilkada ini menjadi sarana penyebaran COVID-19. Kita ketahui bersama pemilihan kepala daerah merupakan hak yg dijamin konstitusi, sehingga harus kita dukung. Kami dari Polri siap mengamankan tahapan pilkada serentak kali ini," kata Fadil di Hotel Bumi Surabaya, Jumat (25/9/2020).

Fadil berharap dengan FGD ini semua pihak bisa memahami situasi dan kondisi maupun hak dan kewajiban sesuai dengan peraturan dan perundangan yang sudah ada.

"Setelah diskusi ini mudah-mudahan bisa memberikan pemahaman yang sama. Kami polri siap melaksanakan dan mengamankan rangkaian pilkada serentak 2020," imbuhnya.

Tak hanya itu, Fadil juga menyempatkan diri membaca maklumat Kapolri Jenderal Pol Idham Azis Mak/3/IX/2020 Tentang Kepatuhan Terhadap Protokol Kesehatan Dalam Pelaksanaan Pemilihan Tahun 2020. Hal ini agar seluruh peserta lebih memahami maklumat Kapolri.

"Kami juga sudah mendatangi seluruh paslon untuk memberikan maklumat Bapak Kapolri ini. Agar bisa lebih dipahami," ujarnya.

Fadil menambahkan jumlah kasus positif COVID-19 di Jatim belum menunjukkan tanda penurunan. Setiap hari pihaknya mendapatkan informasi masyarakat yang terkonfirmasi positif masih di kisaran 300 hingga 400 kasus baru.

"Kami berharap kepada peserta pilkada dan tim pemenangan bisa menjadi bagian upaya kita untuk menurunkan kasus baru COVID-19 di tahapan pemilih. Caranya dengan melakukan koordinasi, komunikasi serta melakukan kolaborasi," jelasnya.

Tak hanya itu, Fadil menyebut ada dua masalah yang dihadapi. Pertama, dari sisi pilkada yaitu dengan mengumpulkan banyak orang, dan sisi lainnya yakni kerumunan yang dikhawatirkan menyebabkan penularan virus.

"Apabila ini tidak diatur akan membahayakan kita semua. Menyikapi situasi tersebut, maka perlu perhatian khusus agar tidak menjadi kluster baru, dan pilkada berjalan aman dan berkualitas," tambahnya.

Fadil pun berpesan kepada seluruh peserta FGD untuk menyatukan tekad dan komitmen agar peserta pemilu bisa mengendalikan pendukung dan tetap mematuhi protokol kesehatan.

"Mari kita ciptakan pilkada yang demokratis, aman, damai dan sejuk dan terbebas dari COVID-19," pesannya.

(hil/iwd)