Nol Kematian, RS Darurat Beri Harapan Kesembuhan Pasien COVID-19 Jatim

Faiq Azmi - detikNews
Jumat, 25 Sep 2020 14:28 WIB
rs darurat
Tenaga kesehatan RS Darurat (Foto: Faiq Azmi)

Terbaru, pada Rabu (23/9), tim dari Rumah Sakit Lapangan Indrapura mengadakan syukuran wisuda penyintas COVID-19 yang ke 2000. Acara dibuka dengan sambutan dari beberapa pihak seperti Relawan Pendamping Keluarga Pasien COVID-19, Ikatan Alumni COVID-19 RS Lapangan Indrapura, BPBD Jatim, dan pasien COVID-19 ke 2000.

Kemudian dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh Laksamana Pertama dr I Dewa Gede Nalendra sebagai Direksi Rumah Sakit Lapangan Indrapura.

Edy, Ketua Alumni Penyintas COVID-19 RS Lapangan Indrapura turut mendampingi 21 pasien COVID-19 yang dinyatakan sembuh. Para pasien itu begitu antusias mengikuti acara syukuran ini dan berharap semoga pasien COVID-19 lain yang masih dirawat tetap bersemangat demi kesehatan.

Kini, para alumni Ikatan Alumni Penyintas COVID-19 RS Lapangan Indrapura mempunyai tugas khusus dari Gubernur Khofifah. Yakni turut berpartisipasi menyosialisasikan gerakan bermasker dan membantu mengubah stigma negatif soal penderita COVID-19.

"Sejak Agustus itu, kami alumni penyintas COVID-19 RS Lapangan Indrapura ikut mendampingi Bu Gubernur sosialisasi gerakan Jatim bermasker. Biasanya sambil gowes bareng di beberapa wilayah seperti Bojonegoro, Malang, Surabaya, Sidoarjo, Blitar, Tulungagung," terang Edy.

rs daruratFoto: Faiq Azmi

Edy mengatakan mengubah stigma buruk pasien COVID-19 di masyarakat bukanlah hal mudah. Selama ini, banyak kawannya di Alumni Penyintas COVID-19 RS Lapangan Indrapura yang menjadi korban stigma negatif masyarakat.

"Ya itu banyak terjadi. Kalau saya tidak mengalami, tapi banyak kawan di alumni yang mengalami. Ini juga yang diminta Bu Gubernur dan Gugus COVID-19 Jatim, bantu menyosialisasikan bahwa pasien COVID-19 yang sudah sembuh itu memiliki antibodi dan sudah sulit untuk terpapar kembali. Stigma ini yang kadang di masyarakat dikira jangan dekat-dekat dengan pasien COVID-19, padahal kita ini kan sudah sembuh. Kita sharing pengalaman kita dan bagaimana masyarakat mengerti oh begini lho COVID-19, begini menghindarinya dengan protokol kesehatan," terangnya.

Tak terasa sudah empat bulan RS Lapangan Indrapura ini berdiri. Dari data RS Lapangan Darurat per Rabu (23/9), RS ini sudah berkontribusi dalam hal kesembuhan pasien COVID-19 yakni sebesar 16,7 persen dari 11.925 pasien sembuh di Surabaya dan 5,93% persen dari 33.978 pasien sembuh di Jawa Timur.

Saat ini Rumah Sakit Lapangan Indrapura dapat menampung 357 pasien dengan status terkonfirmasi positif COVID-19 tanpa gejala, gejala ringan dan gejala sedang dengan hunian rata-rata 8 hari. Meski begitu masih ada permasalahan yang muncul yakni stigma negatif masyarakat terhadap para penyintas COVID-19.

Harapan dari penyintas COVID-19, RS Lapangan Indrapura terus dipertahankan agar bisa maksimal dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat yang terkena COVID-19. Selain itu RS Lapangan Indrapura juga dapat dikembangkan menjadi rumah sakit rujukan primer COVID-19 maupun rumah sakit khusus penyakit tropis dengan dukungan berupa finansial, logistik, peralatan, sarana dan prasarana secara terus menerus.

Halaman

(iwd/iwd)