Ada Kasus Dugaan Investasi Bodong di Jatim

Hilda Meilisa Rinanda - detikNews
Kamis, 24 Sep 2020 16:58 WIB
Ada kasus dugaan investasi bodong di Jatim. Polda Jatim mendalami kasus tersebut setelah menerima laporan dari puluhan nasabah yang mengaku tertipu, Rabu (23/9).
Pelapor kasus dugaan investasi bodong/Foto: Hilda Meilisa Rinanda
Surabaya -

Ada kasus dugaan investasi bodong di Jatim. Polda Jatim mendalami kasus tersebut setelah menerima laporan dari puluhan nasabah yang mengaku tertipu, Rabu (23/9).

"Tanggal 23 September ada beberapa masyarakat masuk dalam satu grup, membuat laporan ada dugaan penipuan dan penggelapan. Namun demikian masih awal. Pintu gerbang kita dalam pengungkapan kasus ini ada di sentra pelayanan kepolisian terpadu," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko di Surabaya, Kamis (24/9/2020).

Kendati demikian, Truno menambahkan, pihaknya masih melakukan pendalaman dan penyelidikan berkas-berkasnya. Truno menyebut, penyelidikan ini membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

"Laporan nanti kami analisa dan evaluasi terkait data pelaporan dan alat bukti. Berkas administrasi masih kita dalami melalui proses penyelidikan. Kita tunggu nanti perkembangannya. Kita imbau dalam mencari suatu proses keadilan dan penegakan hukum tentunya ada prosesnya. Kita tunggu saja," imbuhnya.

Dikonfirmasi secara terpisah, koordinator pelapor, Ferri mengatakan, pihaknya telah melaporkan aplikasi yang mengaku sebagai Alimama dan J-D Union. Ferry menyebut, ada sekitar 300 anggota di Surabaya yang diduga menjadi korban aplikasi investasi tersebut.

Banyaknya terduga korban lantaran ada iming-iming menggiurkan dari aplikator. Member yang bergabung cukup mendaftar dan mengisi saldo melalui virtual akun atau transfer bank. Tak hanya itu, investasi awal juga tidak ada jumlah minimal. Bahkan rekening saldo bisa dipantau secara langsung oleh member.

"Untuk merekrut member tinggal share link. Kayak kita share grup WA dan sebagainya. Jadi banyak member yang gampang terekrut. Banyak anak muda yang gampang terpancing karena kena iming-iming kena bunga yang besar kayak gitu," ungkap Ferry.

Ferry yang bergabung awal September ini baru sadar tertipu saat tidak bisa menarik uangnya. Lalu, dia pun menemukan korban-korban lain yang bernasib sama dengannya.

Selanjutnya
Halaman
1 2