Putus Mata Rantai COVID-19, Warga Luar Surabaya Wajib Tunjukkan Hasil Swab

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Senin, 21 Sep 2020 21:57 WIB
Kabag Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara
Kabag Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara/Foto file: Esti Widiyana
Surabaya -

Pemkot Surabaya mengeluarkan surat edaran (SE) terkait upaya memutus matai rantai penyebaran COVID-19. Surat edaran wali kota itu ditujukan kepada RT/RW soal pengawasan terhadap warga luar kota.

Surat edaran bernomor 443/8511/436.8.4/2020 itu berisi empat poin penting. Salah satunya mengimbau warga pendatang/tamu dari luar Kota Surabaya, untuk menunjukkan hasil RT-PCR/swab negatif, sebelum tinggal lebih dari 3 hari di wilayah RT/RW saudara.

Kabag Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara mengatakan, per tanggal 21 September Pemkot Surabaya mengeluarkan surat edaran terkait upaya memutus mata rantai COVID-19. Surat edaran ini diberikan kepada RT/RW.

"Sebagaimana kami sampaikan beberapa waktu lalu, bahwa upaya pemutusan mata rantai ini kita perketat lagi. Karena kita melihat Surabaya sudah terkendali. Tetapi kita tidak boleh mengendorkan itu. Makanya itu kami memberikan edaran kepada RT/RW untuk memperketat pengawasan terhadap pendatang, yang nantinya akan tinggal di wilayah perkampungannya," kata Febri kepada detikcom, Senin (21/9/2020).

"Ketika ada pendatang baik warga Surabaya yang baru melakukan perjalanan dari luar, yang mungkin itu wilayah pandemi juga, atau pun warga luar Kota Surabaya yang akan datang ke rumah saudaranya. Itu nanti diharapkan mereka bisa melakukan swab terlebih dahulu di Labkesda," imbuh Febri.

Bagaimana soal biaya yang harus dikeluarkan warga luar Kota Surabaya, jika ingin melakukan tes swab di Labkesda? Febri menjelaskan, biayanya hanya Rp 125 ribu.

Selanjutnya
Halaman
1 2