PBNU Desak Tunda Pilkada 2020 Karena Corona, PWNU Jatim Sebut Itu Demi Warga

Hilda Meilisa - detikNews
Senin, 21 Sep 2020 10:52 WIB
Pilkada Serentak 2020
Foto: Detikcom
Surabaya -

Ketum PBNU Said Aqil Siroj meminta KPU dan DPR menunda Pilkada 2020. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menilai hal ini demi kesehatan dan keselamatan masyarakat.

Katib Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim KH Safruddin Syarif mengatakan imbauan ini merujuk dari temuan penularan COVID-19 yang kian meningkat. Hal ini dikhawatirkan memicu munculnya klaster baru.

"Untuk PWNU, saya pribadi sebagai salah satu pengurus PWNU sangat setuju dengan usulan PBNU karena jelas di Jakarta khususnya, peningkatan pasien penderita Corona ini sangat signifikan," kata Kiai Safruddin di Surabaya, Senin (21/9/2020).

"Dengan adanya tahapan pilkada yang sangat sulit untuk menjaga protokol kesehatan, itu akan menyebabkan klaster baru yang akhirnya kita khawatirkan terjadi pembludakan orang-orang terpapar COVID-19," imbuhnya.

Selain itu, Kiai Safruddin menyebut pihaknya memiliki harapan besar terkait siapnya vaksin Corona pada akhir 2020 nanti.

"Nah, mungkin kalau misalnya kita geser setelah adanya vaksinasi beberapa bulan ke depan, kita meyakini kekebalan masyarakat dan bangsa Indonesia khususnya yang melaksanakan Pilkada kita harapkan tidak mudah terpapar COVID-19. Jadi ini sebenarnya pemikirannya murni untuk kesehatan masyarakat," lanjut Kiai Safruddin.

Selanjutnya
Halaman
1 2