Darurat Corona, PBNU Minta Pemerintah-DPR Tunda Pilkada 2020

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Minggu, 20 Sep 2020 15:52 WIB
Ketua Umum PBNU sekaligus Ketua Umum Lembaga Persahabatan Ormas Keagamaan (LPOK), Said Aqil Siradj bersama sejumlah tokoh lintas agama hadir dalam acara Pengukuhan Lembaga Persahabatan Ormas Keagamaan di Jakarta, Sabtu (11/1/2020). Acara tersebut dihadiri oleh tidak kurang dari 20 ormas dan 280 tokoh agama.
Foto: Ketum PBNU Said Aqil Siradj (Ari Saputra)
Jakarta -

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj meminta KPU dan DPR untuk menunda gelaran pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020. Pasalnya, Saiq Aqil meilai Pilkada dapat memunculkan potensi kerumunan massa meskipun protokol kesehatan COVID-19 dilakukan secara ketat.

"Meminta kepada Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia, pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia untuk menunda pelaksanaan tahapan Pilkada serentak tahun 2020 hingga tahap darurat kesehatan terlewati. Pelaksanaan Pilkada, sungguh pun dengan protokol kesehatan yang diperketat, sulit terhindar dari konsentrasi orang dalam jumlah banyak dalam seluruh tahapannya," kata Aqil dalam keterangan pers tertulisnya, Minggu (20/9/2020).

PBNU meminta agar anggaran Pilkada 2020 direalokasikan untuk penanganan krisis kesehatan di tengah pandemi virus Corona. Selain itu, sebut Aqil, anggaran Pilkada pun bisa digunakan untuk penguat jaring pengaman sosial.

Selanjutnya
Halaman
1 2