Menko PMK Sebut Kasus Perceraian Turun 37% Selama Pandemi COVID-19

Andhika Dwi - detikNews
Sabtu, 19 Sep 2020 20:49 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy menyebut kasus perceraian turun 37 persen selama panemi COVID-19. Terhitung mulai April hingga Agustus 2020.
Menko PMK Muhadjir Effendy/Foto: Andhika Dwi
Kediri -

Menko PMK Muhadjir Effendy menyebut kasus perceraian turun 37 persen selama pandemi COVID-19. Terhitung mulai April hingga Agustus 2020.

"Kalau kasus perceraian mengalami penurunan 37 Persen di tahun 2020 itu mulai April, Mei, Juni, Juli dan Agustus. Lima bulan ini dibanding dengan tahun 2019 itu ada penurunan kasus," jelas Muhadjir di Gudang Bulog Kabupaten Kediri, Sabtu (19/9/2020).

Menurut Muhadjir, ini merupakan dampak positif COVID-19 dalam kehidupan rumah tangga. Terlebih, masalah kekerasan terhadap perempuan dan anak serta penelantaran anak juga mengalami penurunan.

Namun ia juga tidak memungkiri, di beberapa daerah ada yang angka perceraiannya justru meningkat. Tapi untuk skala nasional mengalami penurunan.

"Itu artinya apa, dampak COVID-19 ini itu punya pengaruh positif dalam kehidupan berumah tangga. Dan tentu saja saya kira juga masalah kekerasan terhadap perempuan kemudian penelantaran terhadap anak pasti juga mengalami penurunan secara agregat ya," terangnya.

"Memang secara parsial ada beberapa daerah yang perceraiannya justru meningkat tapi itu kasus. Tapi untuk secara nasional kenyataannya mengalami penurunan, dilihat dari kasus apa, kasus perceraiannya 37 persen," imbuhnya.

Dalam kunjungan kerja di Kediri, Muhadjir melakukan pengecekan ketersediaan beras di Gudang Bulog Kediri. Selain bobot dan kualitas, Muhadjir ingin memastikan beras bansos ini sampai langsung ke tangan masyarakat, Keluarga Penerima Manfaat (KPM) pada Program Keluarga Harapan (PKH).

Muhadjir datang ke Gudang Bulog di Desa Paron, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri bersama Kepala Kantor Wilayah Perum Bulog Jawa Timur serta jajaran Pemerintahan Kabupaten Kediri. Tidak hanya gudang Bulog, Muhadjir juga berencana meninjau kelengkapan peralatan terkait penanganan COVID-19 di sejumlah rumah sakit di Kediri.

(sun/bdh)