Bawaslu Jatim Sebut Masih Ada Potensi Politik Uang di Pilkada 2020

Hilda Meilisa Rinanda - detikNews
Kamis, 17 Sep 2020 15:58 WIB
Ilustrasi money politics
Foto: Ilustrasi oleh Basith Subastian
Surabaya -

Bawaslu Jawa Timur menyebutkan salah satu potensi kerawanan di Pilkada 2020. Yakni terjadinya politik uang.

Bahkan, potensi terjadinya politik uang ini dinilai merata di seluruh kabupaten atau kota yang menggelar Pilkada. "Hampir dipastikan di daerah sangat mungkin muncul kembali (politik uang). Hampir semua daerah punya potensi," kata Komisioner Bawaslu Jatim Koordinator Divisi Pengawasan, Aang Kunaifi, Kamis (17/9/2020).

Aang menyebut, pihaknya tidak tinggal diam untuk mengatasi potensi ini. Bawaslu akan melakukan patroli pengawasan pada praktik terjadinya politik uang.

"Nanti di waktu krusial itu jajaran kami melakukan patroli pengawasan anti money politics," imbuh Aang.

Di kesempatan yang sama Aang menambahkan, politik uang ini biasanya kerap terjadi mendekati waktu pencoblosan. Atau yang biasa disebut serangan fajar. Untuk itu, tim patroli keamanan akan melakukan pengawasan di waktu-waktu tersebut.

"Kalau kemudian dari pengalaman sebelumnya praktik politik uang itu paling banyak muncul di waktu krusial jelang pemungutan atau di hari pemungutan," pungkasnya.

(sun/bdh)