Usulan Pemilu Proporsional Tertutup Dikhawatirkan Ada Pergeseran Politik Uang

Isal Mawardi - detikNews
Kamis, 16 Jan 2020 07:20 WIB
Peneliti Perludem Heroik Pratama (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Rakernas I PDIP menghasilkan sejumlah usulan, salah satunya rekomendasi mengenai sistem pemilu proporsional tertutup. Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) mengkhawatirkan adanya pergeseran potensi politik uang apabila pemilu proporsional diterapkan.

"Mungkin keluhannya selama ini dengan proporsional terbuka marak money politik di situ banyak politik uang. Pertanyaannya apakah ada jaminan ketika dari daftar terbuka ke tertutup politik uang itu dapat diminimalisir? Jangan-jangan politik uang itu bergeser dari ranah publik atau ke pemilih langsung ke dalam, ke internal partai untuk mendapatkan nomor urut 1 dan nomor urut 2 bisa kita sebut kandidasi buying," peneliti Perludem, Heroik Pratama, ketika hubungan detikcom, Rabu (15/1/2020).

Dalam sistem pemilu proporsional tertutup, pemilih hanya disodorkan logo partai, bukan nama-nama caleg. Sehingga partai dapat menentukan sendiri nomor urut caleg. Heroik membeberkan sistem ini berpotensi melahirkan oligarki di tubuh partai.

Jika sistem pemilu porposional tertutup diputuskan, Heroik menilai perlu adanya keterbukaan rekrutmen caleg di internal partai. Penentuan nomor urut caleg, tutur Heroik, perlu melibatkan seluruh anggota partai.

"Misalnya rekrutmen politiknya dia menggunakan primary election atau pemilihan pendahuluan di internal partai. Jadi dalam menentukan data caleg nomor urut 1 nomor urut 2 dan seterusnya partai politik melakukan mekanisme pemilihan di internal partai ini melibatkan anggota anggota partai," kata Haroik

Menurutnya keterbukaan demokrasi rekrutmen caleg juga dapat meminimalisir praktik penguatan oligarki di internal partai.

"Termasuk juga untuk meminimalisir kandidasi buying, atau money politic yang bergeser dari ranah pemilih kerana internal partai akibat adanya penempatan nomor urut calon 1, 2 dan seterusnya. Hal ini bisa diminimalisir dengan mekanisme demokrasi di internal partai melalui rekrutmen yang terbuka," lanjutnya.


Tonton juga video Rekomendasi Rakernas PDIP: Jaga Kedaulatan, Dukung Revisi UU Pemilu:


Selanjutnya
Halaman
1 2