PMII Surabaya Ancam Bubarkan Deklarasi, KAMI Jatim: Deklarasi Sudah Agustus

Faiq Azmi - detikNews
Rabu, 16 Sep 2020 17:19 WIB
kami jatim
Deklarasi KAMI Jatim pada Agustus lalu (Foto: Tangkapan layar)

PMII Surabaya saat ini juga kritis terhadap pemerintah. Tetapi mengakui pemerintahan yang terpilih secara demokrasi dan secara aturan yang diatur oleh Undang-undang 1945 dan menolak adanya gerakan yang bermuara pada kegiatan makar.

"Kami tidak sepakat jika ada gerakan-gerakan yang kemudian bermuara pada kegiatan makar, jika memang ada yang salah dengan pemerintah atau ada yang salah dengan birokrasi dalam penyelenggaraan negara silakan dikritik, silakan di sampaikan karena itu yang biasa kita lakukan karna berpendapat di muka umum juga dilindungi oleh hukum, namun jika gerakan itu bermuara pada perpecahan bangsa dengan dalih menyelamatkan Indonesia saya tidak sepakat," pungkasnya.

Pernyataan PMII tersebut untuk menjawab beredarnya broadcast di grup WhatsApp yang berisi undangan deklarasi KAMI Jawa Timur yang dilaksanakan pada Rabu (16/9) di Jalan Gayungsari nomor 35, Surabaya. Namun undangan yang beredar tersebut ternyata hoaks.

Komite Eksekuitf KAMI Jawa Timur, Donny Handricahyono mengatakan deklarasi yang dilakukan KAMI Jawa Timur sudah dilakukan sejak Agustus lalu.

"Jatim itu sudah deklarasi Agustus di Taman Makam Pahlawan. Jadi mereka itu (PMII Surabaya) kecelik (ketipu)," kata Donny saat dikonfirmasi detikcom.

Tentang edaran undangan deklarasi KAMI Jatim pada Rabu (16/9) di depan Museum NU, Donny menyebut hoaks. Ia menegaskan, KAMI Jatim sudah deklarasi sejak jauh hari.

"Kalau PMII mau menggagalkan deklarasi ya akan ditertawakan. Karena sudah lama selesai pada 18 Agustus lalu di Taman Makam Pahlawan (TMP)," terang Donny.

Halaman

(iwd/iwd)