Klaster Keluarga Bikin Kota Pasuruan Jadi Zona Merah COVID-19

Muhajir Arifin - detikNews
Rabu, 16 Sep 2020 15:20 WIB
Pasuruan zona merah
Kota Pasuruan zona merah (Foto: Muhajir Arifin)
Pasuruan -

Kota Pasuruan masuk dalam zona merah COVID-19. Semua kelurahan di empat kecamatan saat ini dalam kategori risiko tinggi penularan.

Dari angka kumulatif kasus konfirmasi sebanyak 557, klaster keluarga dan perkantoran mendominasi. Dua kluster ini menjadi fokus pencegahan penularan virus.

"Memang seminggu ini kita berasa di zona merah. Tapi sebenarnya dalam beberapa hari penambahan kasus positif menurun," kata Kepala Dinas Kominfo Pemkot Pasuruan Kokoh Arie, kepada detikcom, Rabu (16/9/2020).

Kokoh menjelaskan penambahan kasus konfirmasi paling banyak di dua klaster. Yakni keluarga dan perkantoran.

"Banyak dari klaster keluarga. (Penyebabnya) kita hidup berdampingan dengan kabupaten (Pasuruan). Banyak orang kota kerja di kabupaten. Itulah yang membawa (virus) ke kita itu banyaknya di situ sebenarnya. Jadi kabupaten pasti lebih merah dulu dari kita, pasti itu. Sejak awal pergerakannya seperti itu," terang Kokoh.

"Orang kota banyak bekerja di luar, balik ke sini bawa virus. Intinya begitu," imbuhnya.

Selain itu, lanjut Kokoh, pihaknya juga mewaspadai klaster perkantoran. "Pengamanan klaster-klaster seperti di perkantoran, ini yang kita fokus. Saat ini klaster perkantoran sudah terkendali. Klaster keluarga yang masih banyak," kata Kokoh.

Karena itu untuk meredam laju penularan COVID-19, Pemkot Pasuruan akan kembali menggencarkan tracing. Termasuk tetap melakukan edukasi dan penegakan hukum secara intensif.

"Kita satu minggu ini di zona merah karena peningkatan kasus. Semua kecamatan (4 kecamatan) masuk zona merah. Sebelumnya tiga minggu kita di zona oranye," lanjut Kokoh.

Kokoh mengatakan status zona merah tersebut sangat disayangkan karena setiap hari dilakukan sosialisasi. Penegakan hukum berupa operasi protokol kesehatan juga digelar setiap hari. Kominfo juga sosialiasi ke masyarakat dengan mobil keliling setiap hari.

"Untuk itu kami akan tingkatkan tracing. Juga pengamanan klaster-klaster seperti di perkantoran, ini yang kita fokus termasuk klaster keluarga yang masih banyak," jelasnya.

Angka kumulatif kasus COVID-19 Kota Pasuruan saat ini mencapai 557. Dari jumlah itu, 411 orang dinyatakan sembuh, 80 orang dalam perawatan atau karantina, dan 66 orang meninggal dunia.

(iwd/iwd)