Pakar Minta Ahok Tidak Sepotong-potong Bongkar Bobrok Pertamina

Amir Baihaqi - detikNews
Rabu, 16 Sep 2020 14:54 WIB
Guru Besar Ilmu Politik Universitas Airlangga Kacung Marijan. Ia sempat menjabat sebagai Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbud sebelum digantikan oleh Hilmar Farid.
Pakar politik Universitas Airlangga (Unair) Kacung Marijan (Foto: Agung Pambudhy)
Surabaya -

Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok bicara blak-blakan membuka kebobrokan Pertamina. Meski begitu, apa yang dikemukakan Ahok dinilai hanya sepotong-potong tanpa menyebut proses pembenahan yang dilakukan seperti apa.

Pakar politik Universitas Airlangga (Unair) Kacung Marijan menyebut apa yang disampaikan Ahok soal borok Pertamina adalah wajar selaku Komisaris Utama. Namun, hal ini tanpa disertai dengan langkah-langkah apa saja yang sudah dilakukan.

"Kalau menurut saya Pak Ahok itu sebagai pengritik ya wajar karena fungsi komisaris kan untuk mengritik. Kemudian memberikan solusi. Nah itu memang harus konkret di rapat-rapat perusahaan," kata Kacung kepada detikcom, Rabu (16/9/2020).

"Cuma mungkin seharusnya Pak Ahok juga mengemukakan proses pembenahan seperti apa yang sudah dilakukan seperti apa. Dia jalan apa gak. Kalau gak jalan kenapa gak jalan. Nah itu baru ke luar," imbuhnya.

"Jadi mungkin lebih bagus kalau Pak Ahok juga terus terang apa yang sudah dilakukan di internal itu apa. Jadi jangan sekedar melempar isu. Tapi proses di internal itu seperti apa kita gak tahu," tukas Kacung.

Kacung menambahkan, karena tanpa disertai langkah pembenahan, akhirnya pernyataan Ahok menjadi gaduh. Sebab, menurut Kacung kebobrokan di dalam BUMN sebenarnya bukan hal baru.

"Cuma kan gini, kritik ini apakah menunjukan frustrasi Ahok atau tidak. Saya tidak bisa bilang apakah ini bentuk frustrasi atau tidak. Karena kita gak tahu misal sejauh mana punya konsep memperbaiki Pertamina. Kemudian konsepnya seperti apa kan kita gak tahu," terang pria yang juga Wakil Rektor Universitas NU Surabaya (Unusa).

"Tapi bahwa kritik ada ganjalan di BUMN itu bukan hal baru. Sudah lama itu. Kalau saya sih menganggap bukan hal baru. Hanya karena ini Ahok yang omong jadi seolah-olah baru," lanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2