Tiga Calon Kepala Daerah di Jatim yang Positif COVID-19 Besok Swab Ulang

Hilda Meilisa - detikNews
Rabu, 16 Sep 2020 12:47 WIB
Insan Qoriawan Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Surabaya
Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Surabaya Insan Qoriawan (Foto: Amir Baihaqi)
Surabaya -

Tiga calon kepala daerah di Jatim terkonfirmasi positif COVID-19. Besok, ketiganya akan menjalani swab ulang untuk mengecek apakah mereka sudah dinyatakan negatif atau belum.

Diketahui, tiga calon kepala daerah ini akan berlaga di Pilkada Sidoarjo, Surabaya, dan Trenggalek.

"Jadi tanggal 17 September akan dilakukan tes swab kepada tiga calon kepala daerah yang sempat dinyatakan positif COVID-19," kata Anggota Bidang Teknis dan Penyelenggaraan KPU Jatim Insan Qoriawan kepada detikcom di Surabaya, Rabu (16/9/2020).

Selain itu, Insan menambahkan tes ini akan dilakukan di rumah sakit yang menjadi tempat untuk tes kesehatan. Nantinya jika hasil tes dinyatakan negatif, baru diperbolehkan menjalani tahapan Pilkada selanjutnya.

Insan menyebut tahapan Pilkada yang belum dilakukan ketiga bakal calon ini yakni pemeriksaan kesehatan. Sedangkan jika hasilnya positif, bakal calon akan menjalani isolasi lagi hingga benar-benar dinyatakan sembuh.

"Tes swab akan dilakukan oleh pihak rumah sakit, setelah hasilnya negatif baru calon tersebut mengikuti prosedur pemeriksaan ketentuan yang ada," pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua KPU Jatim Choirul Anam mengatakan jika kandidat yang dinyatakan positif COVID-19 belum juga sembuh, pihaknya akan melakukan perubahan tahapan.

"Kami lihat dulu kondisi pasien, kalau sampai tanggal 21 atau 22 belum bisa dilakukan tes kesehatan karena masih positif, maka akan dilakukan perubahan tahapan," ujar Anam, Kamis (10/9).

Perubahan tahapan itu nantinya akan memberikan ruang bagi kandidat penyintas COVID-19 untuk menjalani tes kesehatan susulan. KPU memastikan meski dinyatakan positif COVID-19, tidak serta merta menggugurkan pencalonannya.

Sedangkan untuk pasangan kandidat yang telah menjalani tes kesehatan dan dan dinyalakan sehat secara fisik dan mental maka akan tetap dilakukan penetapan pada 23 September.

"Kalau yang pasangannya positif belum bisa ditetapkan, harus menunggu negatif dan tes kesehatan," jelasnya.

(hil/iwd)