Tinjau Sentranya di Pamekasan, Khofifah Ajak Warga Bangga Pakai Batik

Hilda Meilisa - detikNews
Selasa, 15 Sep 2020 16:27 WIB
gubernur khofifah
Gubernur Khofifah di sentra batik UMKM Pamekasan (Foto: Istimewa)
Pamekasan -

Gubernur Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung proses produksi serta hasil karya para pelaku UMKM batik di sentra Batik Pamekasan, Madura. Khofifah mengajak masyarakat ikut bangga membeli dan memakai batik buatan negeri.

Tak hanya itu, Khofifah menyebut pertumbuhan UMKM di Jawa Timur mampu berkontribusi terhadap PDRB Jatim sebesar 54 persen. Selain itu, jumlah pelaku UMKM di Jatim telah mencapai 9,78 juta.

Namun di tengah pandemi COVID-19, pelaku UMKM ikut terdampak hingga mengalami pelemahan. Khofifah mengatakan salah satu upaya untuk membangkitkan ekonomi yakni dengan menggerakkan pelaku UMKM.

"Ajakan ini menjadi salah satu strategi untuk memulihkan ekonomi Indonesia khususnya di Jatim akibat pandemi COVID-19," kata Khofifah dari keterangan pers yang diterima detikcom di Surabaya, Selasa (15/9/2020).

Saat meninjau, Khofifah menjelaskan sentra batik Pamekasan ini merupakan kumpulan dari pusat pengrajin di Jatim yang sudah dilakukan secara turun temurun dengan filosofi budaya yang kental.

"Saya sering kali menikmati cerita atau lukisan dari para pembatik sebelum saya membeli," imbuh Khofifah sembari mencoba membatik di sebuah kain.

Menurut Khofifah, jika masyarakat banyak yang menggunakan batik, secara bersama-sama akan memaksimalkan, mendorong, sekaligus menyerap produk-produk UMKM Jatim.

Gubernur perempuan pertama di Jatim ini juga meminta para pengrajin batik mendaftarkan inovasi desain batiknya kepada Hak Kekayaan Intelektual (HAKi). Agar, varian dan motif batik khas wilayah Jatim bisa dikenal masyarakat secara luas.

"Produk industri kreatif seperti desain batik luar biasa. Karenanya, kreativitas dan inovasi terhadap desain batik yang sudah menjadi produk harus segera didaftarkan kepada Hak Kekayaan Intelektual. Supaya ini menjadi bagian dari penguatan pengakuan ekonomi kreatif (ekotif) yang membutuhkan inovasi dan kreativitas," pungkas Khofifah.

(hil/iwd)