11 Kali Gempa Guncang Pacitan Selama Agustus

Purwo Sumodiharjo - detikNews
Kamis, 10 Sep 2020 20:33 WIB
Gempa Pacitan, Jawa Timur
Gempa Pacitan (Foto: Tangkapan Layar)
Pacitan -

Gempa bumi relatif sering terjadi di Pacitan. Hasil rekapitulasi BPBD setempat selama bulan Agustus 2020 mencatat ada 11 kali gempa di wilayah berjuluk Kota 1001 Gua itu. Gempa Pacitan terbesar berkekuatan M 4,9 terjadi pada Minggu (30/8/2020). Pusat gempa 501 km barat daya Pacitan.

Gempa berikutnya terjadi sehari kemudian, yakni Senin (31/8). Informasi resmi BMKG kala itu kekuatannya mencapai M 4,7. Adapun episenternya berada pada 70 km arah tenggara Pacitan. Getaran dirasakan cukup kuat di sejumlah wilayah.

Diannita Agustinawati Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Pacitan mengatakan intensitas gempa di Kota 1001 Gua memang relatif tinggi. Hal itu terjadi karena aktivitas subduksi pada lempeng Eurasia dan Indoaustralia.

"Ya bisa, bisa saja. Karena itu siklus kan malah pelepasan energi secara berkala itu mesti tetap berlanjut," kata Dianitta menjawab pertanyaan detikcom tentang potensi gempa-gempa lain di masa mendatang, Kamis (10/9/2020) petang.

Pun begitu sejauh ini belum ada teknologi yang mampu memprediksi akan terjadinya gempa. Yang terpenting adalah sikap waspada dan siapsiaga. Hal tersebut, lanjut Dianitta, sudah dibuktikan dengan kebiasaan warga menjauhi bangunan sesaat setelah gempa terjadi.

Gempa Pacitan terkini terjadi Kamis (10/9) pukul 15.27 WIB. Lokasinya berasa di Samudera Hindia. Episenter gempa terletak pada koordinat 8,85 LS dan 110,84 BT atau 77 km arah Selatan Kota Pacitan, pada kedalaman 64 km. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter dengan magnitudo M 5,1.

Informasi BMKG Yogyakarta menyebutkan gempa bumi yang terjadi merupakan jenis menengah. Penyebabnya adalah aktifitas Subduksi Lempeng Indo-Australia di Selatan Jawa. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan Sesar Turun .

Guncangan gempa bumi ini dirasakan di daerah Sawahan, Nganjuk, Magetan, Trenggalek, Pacitan, Bantul, Wonogiri II-III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu).

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut. Hasil pemodelan yang dilakukan BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi dimaksud tidak berpotensi tsunami.

"Terlepas dari kuat atau tidaknya getaran kita semua harus tetap waspada dan siap siaga," pungkas Dianitta Agustinawati mewanti-wanti.

Tonton juga 'Panduan Kesiapsiagaan dan Evakuasi Hadapi Bencana di Tengah Pandemi':

[Gambas:Video 20detik]

(iwd/iwd)