Kegigihan Penyandang Disabilitas Blitar Ubah Limbah Kayu Jadi Nilai Jual Tinggi

Erliana Riady - detikNews
Rabu, 09 Sep 2020 07:21 WIB
Penyandang Disabilitas Blitar Ubah Kayu Limbah Punya Nilai Jual Tinggi
Disabiltas Blitar ini gigih mencari nafkah (Foto: Erliana Riady/detikcom)
Blitar -

Purnoaji adalah gambaran sosok yang gigih memperjuangkan kelangsungan hidupnya. Hanya dengan satu tangan, bapak dua anak ini mampu mengubah limbah kayuu menjadi barang bernilai jual tinggi.

Tumpukan kayu-kayu limbah yang biasanya hanya berakhir di tungku perapian, dikumpulkan oleh pria 40 tahun ini. Warga Jalan Kalasan Kelurahan Bendogerit Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar ini kemudian menggergaji bagian yang dibutuhkan. Menghaluskannya, kemudian memberi sentuhan manis dengan berbagai macam warna terang.

Ada yang menjadi miniatur truk dan beragam jenis mainan anak-anak. Dalam sehari, puluhan mainan dan truk miniatur mampu diproduksi oleh tangan terampil Purnoaji. Namun khusus untuk miniatur truk, sebanyak 50 buah mampu diselesaikan dalam waktu tiga hari.

Meski hanya menggunakan satu tangan, Purnoaji tidak tampak kesulitan sama sekali. Kedua kakinya, sangat terampil berperan, agar hasil pekerjaan tangannya terbentuk indah.

"Ya karena sudah terbiasa. Karena saya cacat sejak umur 8 tahun. Tangan kanan saya harus diamputasi karena terjatuh dari pohon," ujarnya kepada detikcom, Rabu (9/9/2020).

Awalnya, hilangnya satu tangan membuat Purnoaji rendah diri. Namun dukungan keluarga, membuatnya kembali tampil percaya diri. Semakin beranjak dewasa, Purnoaji berpikir untuk bisa mandiri. Dia lalu mengikuti kursus seni ukir di dinas tenaga kerja selama beberapa bulan.

Ketrampilan yang didapat penyandang disabilitas itu kemudian diaplikasikan ke beberapa barang tak terpakai di sekitar rumahnya. Apalagi Purno tak punya modal untuk memulai membuka usaha.

"Saya main ke teman-teman yang bikin propil. Lalu kayu limbah yang terbuang, saya rangkai jadi mainan anak-anak. Saya cat warna-warni lalu saya titipkan ke penjual souvenir di Makam Bung Karno kok laku," paparnya.

Berawal dari situlah kemudian banyak pesanan membuat mainan anak-anak mengalir. Bermodal uang hasil penjualan mainan sebelumnya, Purnoaji bisa makin banyak mengumpulkan kayu limbah dari berbagai lokasi.

"Pesanan terbanyak itu miniatur truk ini. Harganya tergantung besar kecilnya truk. Ada yang Rp 40.000 sampai Rp 60.000 per buah. Dalam sebulan paling tidak 100 miniatur truk bisa terjual," aku bapak dua anak ini.

Mainan bikinan Purnoaji sudah menyeberang sampai Pulau Bali. Bagi Purnoaji, kekurangan fisik harus diimbangi kebesaran hati dan kekuatan berpikir positif. Karena kesadaran diri untuk berpikir seperti itu, adalah seperti matahari.

(fat/fat)