Ratusan Buruh Pakaian Dalam Luruk BPJS Ketenagakerjaan Kota Madiun

Sugeng Harianto - detikNews
Selasa, 08 Sep 2020 15:49 WIB
demo buruh madiun
Demo buruh di kantor BPJS Ketenagakerjaan Madiun (Foto: Sugeng Harianto)
Madiun -

Sekitar 100-an buruh pabrik PT Bintang Inti Karya Magetan mendatangi kantor BPJS ketenagakerjaan di kota Madiun. Mereka menuntut agar mendapat bantuan terdampak COVID-19 karena dirumahkan sejak Maret 2020.

"Kami ingin mendapatkan bantuan terdampak COVID-19, karena kami dirumahkan, belum di-PHK oleh perusahaan," ujar Anik, salah satu buruh kepada detikcom di depan Kantor BPJS ketenagakerjaan Madiun Selasa (8/9/2020).

Dari sekitar 100-an buruh yang menyampaikan aspirasinya, sekitar sepuluh perwakilan mekakukan mediasi dengan pimpinan BPJS Ketenagakerjaan Madiun. Salah satu tuntutan buruh adalah agar BPJS ketenagakerjaan memfasilitasi karena keanggotaan mereka telah dinonaktifkan secara otomatis.

"Kami dari Federasi Serikat Buruh Indonesia perwakilan Kabupaten dan Kota Madiun menyampaikan tuntutan karyawan agar dimasukkan daftar penerima bantuan dampak COVID-19," ujar Pengurus FSBI Madiun, Ahmad Soleh kepada wartawan.

"Tentang penonaktifkan peserta Jaminan Hari Tua dari BPJS, kami tidak terima karena kami belum ada pemutusan hubungan kerja. Karena kami antisipasi dampaknya, yang bisa dicontoh perusahaan lain yang akan menonaktifkanan BPJS," imbuhnya.

Sementara itu kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Madiun Tito Hartono mengatakan pihaknya akan membantu untuk menengahi tuntutan buruh. Menurut Tito, mereka masih ada kemungkinan untuk mendapatkan bantuan terdampak COVID-19.

"Kita menerima rekan FSBI, mereka belum dapat bantuan COVID-19. Mereka dirumahkan. Memang ada bantuan berbasis data dari BPJS ketenagakerjaan. Harapan mereka semua calon penerima bisa menerima nanti. Dari data kami sekitar 2.600 karyawan di pabrik garmen Magetan," ujar Tito.

Pantauan detikcom, ratusan buruh yang mayoritas perempuan mendatangi kantor BPJS ketenagakerjaan Madiun yang ada di Jalan Mayjen Panjaitan dengan mengendarai sepeda motor. Mereka datang pukul 13.00 WIB dan membubarkan diri pukul 14.00 WIB.

Diketahui perusahaan garmen PT Bintang Inti Karya yang ada di Jalan Raya Maospati-Barat Desa Karangsong, Kecamatan Barat Magetan telah merumahkan 2.600 pekerja. Bahkan mereka pernah menggelar aksi unjuk rasa malam hari karena tidak menerima upah pada bulan maret 2020 lalu.

(iwd/iwd)