1.137 Personel Ikuti Latihan Manuver Gabungan di Laut Jawa dan Bali

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Selasa, 08 Sep 2020 12:35 WIB
latihan gabungan tni al
Panglima Koarmada II Laksamana Muda TNI Heru Kusmanto menginspeksi pasukan (Foto: Deny Prastyo Utomo)
Surabaya -

Panglima Koarmada II Laksamana Muda TNI Heru Kusmanto memimpin apel gelar pasukan jelang latihan operasi latihan gabungan (Latopslagab). Latihan manuver laut yang akan dilakukan di Laut Jawa dan Bali itu diikuti sebanyak 1.137 personel gabungan.

Heru mengatakan pihaknya selaku direktur latihan operasi laut gabungan tahun anggaran 2020 menggelar apel pasukan untuk memastikan kesiapan pasukan dan alutsista jelang dilaksanankan Latopslagab yang akan digelar di Laut Jawa dan Laut Bali.

"Saya ingin melihat kesiapan personel, kesiapan material, kesiapan alusista yang akan digunakan besok pada tahap latihan di laut. Sehingga kita harapkan latihan yang sudah kita laksanakan mulai tahap di pangkalan, tahap Laposko bisa diemplementasikan pada tahap manuver lapangan nantinya," kata Heru usai gelar pasukan di Dermaga Ujung Surabaya, Selasa (8/9/2020).

"Karena kita melaksanakan latihan kali ini dengan melibatkan 22 unsur atau alusista yang tidak hanya unsur laut namun juga unsur udara dari puspenerbal dan juga didukung dari Kops AU II dalam hal ini di didukung dari Danlanud V kops AL II," lanjut Heru.

Heru menambahkan pihaknya berharap latihan perang ini betul-betul realistis dan juga mengutamakan faktor keamanan. Terlebih dalam penerapkan protokol kesehatan selama latihan.

"Sehingga serial-serial yang akan kita gelar hari ini tentunya ada pengembangan dan peningkatan dibanding latihan yang sebelumnya," ungkap Heru.

Dalam latihan manuver laut di laut Jawa dan laut Bali ini, Heru menyebutkan pihaknya akan menguji dua kapal selam yang nanti akan melaksanakan purla sekaligus uji coba kerjasama taktis didalam air.

"Ini pertama kali dilaksanakan dan juga kita melaksanakan kerjasama taktis, unsur-unsur permukaan dengan pesawat udara dan ini juga kita optimalkan fasilitas alat komunikasi kita yang ada kali ini. Kita harapkan kali ini lebih meningkat dibanding tahun yang lalu," lanjut Heri.

Heru menjelaskan, untuk kapal selam nantinya akan melibatkan kapal selam Naga Pasa dan kapal selam Nanggala. Komunikasi bawah air antar kedua alusista tersebut akan diujicoba dalam latihan manuver laut.

"Komunikasi bawah air antar kedua unsur ini, bisa terjalin atau tidak, underwater telepon yang dimiliki kedua unsur ini apakah bisa untuk kerjasama taktis selama latihan dan juga nanti kita akan ujincoba dalam bentuk purla antar kedua kapal selam," ujar Heru Kusmanto.

"Dan ini halnya terbaru belum pernah kita laksanakan sehingga nanti akan kita laksanakan penempatan atau pembagian sektor keduanya sehingga akan lebih aman. Sehingga ada beda kedalaman yang akan diterapkan," tandas Heru Kusmanto.

Adapun 22 unsur yang terlibat dalam latihan ini, melibatkan kapal markas dan kapal medis 2 unsur di antarnya KRI Makasar-590, KRI dr Soeharso.

Sedangkan untuk Kogaslab selaku gugus tugas biru terdiri dari 9 unsur meliputi 6 KRI dan 2 pesud yakni Satgas Laut 6 KRI, KRI Nagas Pasa-403, KRI Raden Eddy Martadinata-331, KRI Diponegoro-365, KRI Pulau Rengat-711, KRI Kakap-811, KRI Karang Pilang-981.

Sementara untuk Satgas udara melibatkan 3 pesawat udara di antaranya 1 CN 235, 2 Helikopter dan didukung Kogasudgab 2 unsur yaitu 2 pesawat F-16 dan Satgas Hanlan 3 unsur yakni KRI I Gusti Ngurah Rai-332, KRI Sultan Iskandar Muda-367, KRI Nala-363 dan Satgas Duk info, Satgas Duk Komplek, Satgas Duk Angudstrat.

Sedangkan untuk skenario melawan musuh nantinya diperankan oleh Gugus Tugas Merah yang terdiri dari 6 unsur yakni 4 KRI : KRI Nanggala-402, KRI Ahmad Yani-351, KRI Yos Sudarso-353, KRI Sungai Gerong-906, 2 pesud dan 2 Cassa.

Padal latihan ini, akan digelar pertama kalinya peperangan kapal selam melawan kapal selam dan kerjasama taktis kapal selam, kapal permukaan dan pesawat udara termasuk peperangan melawan ranjau laut.

(iwd/iwd)