Ini Para Pendekar Cantik TNI yang Bertarung di Tank Leopard

- detikNews
Selasa, 07 Okt 2014 19:59 WIB
Foto: Elza/Detikcom
Surabaya - Prajurit TNI menunjukkan kebolehan Bela Diri Militer (BDM) dalam HUT TNI ke-69. Dari sekitar 50 orang yang bertarung man to man, sebagian di antaranya adalah TNI wanita.

Teknik BDM yang ditunjukkan di acara yang digelar di Markas Koarmatim Dermaga Ujung Surabaya, Jatim, Selasa (7/10/2014), dilakukan oleh gabungan dari TNI AD, AU, dan AL. Mereka tampil dalam skenario melawan separatis saat sedang dalam misi pengiriman senjata dan amunisi.

Dalam adegan tersebut, separatis mencegat dan merangsek prajurit yang sedang berada di dalam kendaraan tempur BMP-3F, tank Leopard, dan kendaraan taktis Unimog. Beberapa di antaranya bertarung di atas tank Leopard yang sedang bergerak maju hingga turun ke jalanan.

Pertarungan antara separatis dan prajurit TNI dengan tangan kosong itu berlangsung sengit. Mereka saling tendang, memukul, menangkis, bahkan membanting lawan. Prajurit wanita pun melakukan hal serupa, salah satunya adalah Serda Kowad Tari yang melakukan fight man to man di atas Leopard.

"Baru pertama kali kalau di atas ranpur. Biasanya di bawah. Deg-degan juga soalnya Leopardnya jalan, tapi tetap siap apapun tugasnya," ucap Tari usai atraksi dilakukan.

Dari AD sendiri, ada 7 prajurit wanita yang tampil dalam demonstrasi ini. Selain Tari, di antaranya ada Serda Kowad Vera, Sertu Kowad Wulandari, Serda Kowad Afni, Serda Kowad Septi, dan Serda Kowad Maylen. Mereka tak mengeluh meski muka mereka harus kotor karena bubuhan cat loreng.

"Muka Coreng-coreng karena kita prajurit, mau laki atau perempuan. Jangan salah, walau perempuan mereka mesin pembunuh semua. Itu yang 2 dari Kopassus," ujar Koordinator tim Aplikasi BDM AD, Kapten Cpm Dimas Bagus P kepada detikcom dalam kesempatan yang sama.

Demonstrasi pertarungan satu lawan satu yang ditampilkan menurut Dimas dilakukan oleh 49 TNI gabungan. Angkatan Darat sendiri menerjunkan 22 orang yang 7 di antaranya wanita.

"Bela diri yang dipelajari untuk BDM ini Yong Modo. Untuk ikut latihan ini, minimal harus Dan 1 dari bela diri mana saja. Ini bela diri ekstrim, kita datangkan pelatih khusus 1 dari Korea," kata Dimas.

Kapten Dimas pun menyatakan, BDM dilakukan harus dengan keahlian khusus. Pasalnya ada banyak teknik kuncian, serangan seperti tendangan dan pukulan, serta bantingan.

"Jatuh ada latihan khusus, nggak bisa sembarangan. Bisa mati kalau salah jatuh karena nanti bisa kena syarafnya. Mereka sudah terlatih, makanya jatuh di aspal juga nggak apa-apa. Rata-rata mereka Dan 2 sama 3," tutur Dimas.

Sementara itu Sertu Koad Wulandari mengaku pernah sedikit menggunakan keahlian bertarungnya di jalanan saat ada orang yang mengganggunya. Ia pun percaya, setiap perempuan pasti bisa menguasai bela diri ekstrim tersebut.

"Pernah, di Bandung di Ciwalk. Orangnya nggak tahu kalau saya anggota, soalnya waktu itu pas pakai high heels," cerita peraih medali perak dalam kejuaran Yong Modo di Korea tersebut di lokasi yang sama.

"Semua perempuan di Indonesia pasti bisa kok asalkan punya niat dan mau belajar, semangat latihan. Alhamdulillah sampai sekarang masih aman. Belum pernah cidera serius, paling ankle aja," tutup Wulan

Dalam demonstrasi BDM di HUT TNI, sekitar 1000 prajurit TNI gabungan memeragakan rangkaian gerakan dasar perorangan. Dalam atraksi military self defence ini prajurit juga menunjukkan teknik dasar pukulan, tangkisan, tendangan, dan teknik sabetan serta tusukan senjata tajam.

(ear/jor)