Kota Blitar Jadi Zona Merah, Sekolah Tatap Muka Dihentikan

Erliana Riady - detikNews
Minggu, 06 Sep 2020 11:24 WIB
sekolah tatap muka di blitar
Sekolah tatap muka di Blitar (Foto: Erliana Riady)
Blitar -

Status Kota Blitar saat ini zona merah COVID-19. Uji coba sekolah tatap muka setingkat SMA dihentikan sampai zona berubah menjadi oranye lagi.

Namun Satgas COVID-19 mengecualikan pada pembelajaran praktik bagi siswa SMK. Sejak pekan lalu, sebanyak 9 lembaga sekolah setingkat SMA di Kota Blitar mulai melakukan sekolah tatap muka. Kesembilan sekolah ini, merupakan uji coba tahap kedua pembelajaran tatap muka dengan prosentasi kehadiran hanya 25 persen dari jumlah akumulatif siswa kelas 7,8, dan 9.

Uji coba sekolah tatap muka ini dimulai sejak 18 Agustus dan berakhir 12 September mendatang. Namun pemetaan Satgas COVID-19 Pusat menyatakan per 2 September, status Blitar menjadi zona merah. Artinya, risiko kenaikan kasus terkonfirmasi positif tinggi.

Untuk itu, Wali Kota Blitar Santoso menentukan kebijakan uji coba sekolah tatap muka dihentikan. Kebijakan ini berdasarkan surat keputusan bersama (SKB) empat menteri. Yakni Menteri Dalam Negeri, Menteri Kesehatan, Menteri Agama, dan Menteri Pendidikan. Serta aturan Pemerintah Provinsi bahwa pelaksanaan uji coba sekolah tatap muka hanya bisa digelar bagi daerah yang berstatus zona kuning dan hijau saja.

"Mengingat Kota Blitar masuk zona merah maka belum mengizinkan masuk sekolah. Uji coba sekolah tatap muka kita hentikan dulu sampai zonanya menjadi orange atau kuning lagi," jawab Santoso melalui aplikasi percakapan kepada detikcom, Minggu (6/8/2020).

Berarti, mulai besok Senin (7/9/2020) sekolah SMA/SMK di Kota Blitar ditutup kembali. Namun Kepala Cabdin Blitar, Ramli mengaku belum menerima surat secara resmi dari Wali Kota Blitar. Karena ketika memulai uji coba sekolah tatap muka, pihaknya juga berkirim surat resmi kepada Wali Kota Blitar sebagai pemberitahuan sekaligus permintaan izin.

"Kami belum terima surat dari Wali Kota Blitar. Karena berdasar surat itu, kami baru bisa membuat surat edaran kepada sekolah-sekolah yang sudah mulai uji coba tatap muka," jelas Ramli kepada detikcom.

Menurut Ramli, selama ini dia menyaksikan sendiri bagaimana ketatnya protokoler kesehatan diterapkan di sekolah yang menggelar uji coba sekolah tatap muka. Namun karena yang berwenang memutuskan kebijakan ini adalah pimpinan daerah, maka pihaknya mengikuti kebijakan yang mereka tentukan.

"Kami apa kata pimpinan daerah ya. Asalkan para orang tua juga menjaga anaknya jangan bepergian ke lokasi yang gak jelas, atau tempat kumpulnya banyak orang. Dari pada begitu kan mending pergi ke sekolah to," imbuhnya.

Sekretaris Satgas COVID-19 Kota Blitar, Hakim Sisworo mengatakan, untuk pelajaran praktik di SMK tetap direkomendasikan melanjutkan sistem sekolah tatap muka. Alasannya, lembaga pendidikan yang direkomendasikan sudah memenuhi protokol kesehatan dengan ketat.

"Di revisi SKB empat menteri diperbolehkan untuk SMK yang praktik dan perguruan tinggi. Kan gak semua masuk, tapi dibatasi per kelas hanya 7-10 siswa. Sedangkan surat resmi akan kami kirimkan ke Cabdin hari ini, jadi besok SMA tutup lagi," pungkasnya.

(iwd/iwd)