Tak Hanya 5 Napi, 9 Pegawai Lapas Mojokerto Juga Positif COVID-19

Enggran Eko Budianto - detikNews
Senin, 24 Agu 2020 19:42 WIB
lapas mojokerto
Lapas Mojokerto (Foto: Enggran Eko Budianto)
Mojokerto -

Tidak hanya warga binaan, 9 pegawai Lapas Kelas IIB Mojokerto juga terinfeksi virus Corona. Mereka menjalani isolasi selama 15 hari.

"Ada 14 orang yang terkonfirmasi COVID-19. Terdiri dari 5 warga binaan dan 9 personel di Lapas Mojokerto," kata Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Mojokerto Gaguk Tri Prasetyo saat dikonfirmasi detikcom, Senin (24/8/2020).

9 pegawai Lapas Mojokerto yang positif COVID-19, lanjut Gaguk, diisolasi di 3 tempat berbeda. Satu pegawai diisolasi di Rusunawa Cinde, Kota Mojokerto, 5 pegawai diisolasi di asrama Lapas Mojokerto, serta tiga pegawai isolasi mandiri di rumah masing-masing.

Sementara 5 tahanan dan narapidana diisolasi di Lapas Mojokerto yang terletak di Jalan Taman Siswa, Kota Mojokerto. Namun, Gaguk belum bisa memastikan sumber penularan COVID-19 di Lapas Mojokerto.

"Saya belum bisa memastikan (sumber penularan) karena segala kemungkinan bisa terjadi. Namanya interaksi manusia tidak bisa diprediksi, orang bisa berinteraksi dengan siapa saja," ujarnya.

Kepala Lapas Mojokerto Wahyu Susetyo membenarkan terdapat 9 pegawainya yang positif COVID-19. Mereka awalnya menjalani rapid test bersama warga binaan pada Kamis (13/8). Karena hasilnya reaktif, mereka dites swab pada Selasa dan Rabu (18-19/8).

"Sembilan personel kami itu dinyatakan positif COVID-19 pada Sabtu (22/8) bersamaan dengan hasil tes swab warga binaan. Terdiri dari perawat, staf dan penjagaan," terangnya.

Wahyu memastikan, 9 pegawai Lapas Mojokerto itu tergolong orang tanpa gejala (OTG). Mereka diminta menjalani isolasi selama 15 hari. Yaitu sejak dinyatakan reaktif pada 13 Agustus sampai 28 Agustus nanti.

"Masih belum kami izinkan masuk sampai dengan tanggal 28 Agustus sambil melihat kondisi petugas kami," tegasnya.

Ia menjelaskan sejak wabah COVID-19 terjadi, pihaknya melarang para warga binaan dibesuk oleh keluarganya. Menurut dia, pihak keluarga hanya bisa menitipkan makanan untuk 642 tahanan dan narapidana penghuni Lapas Mojokerto.

Dengan begitu, praktis para warga binaan hanya berinteraksi dengan sesama penghuni dan para petugas lapas. Meski begitu, Wahyu belum bisa memastikan penyebab 9 pegawai dan 5 warga binaan terinfeksi virus Corona.

"Kami belum tahu penyebabnya dari mana. Karena kami ini dengan tempat yang terbatas dengan jumlah (warga binaan) yang banyak, kemungkinan dari mereka ke mereka. Tidak menutup kemungkinan teman-teman kami (pegawai lapas) juga yang bisa membawa dari luar," tandasnya.

(iwd/iwd)